Example floating
Example floating




Berita

Hutan Paranginan Terbakar, Lahan Kopi dan Jeruk Warga Jadi Korban

39
×

Hutan Paranginan Terbakar, Lahan Kopi dan Jeruk Warga Jadi Korban

Sebarkan artikel ini

Humbahas, Sinar24jam.com– Kebakaran hebat melanda kawasan hutan dan lahan pertanian warga di Desa Pearung, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Rabu (16/7/2025). Api melahap vegetasi sejak siang hari dan terus berkobar hingga malam, bahkan masih menyisakan bara api pada Kamis dini hari.

Kebakaran ini terjadi tak jauh dari objek wisata alam Sipinsur yang dikenal indah dan sejuk. Sayangnya, api tak hanya membakar hutan, tapi juga merambah ke kebun warga yang ditanami kopi dan jeruk. Cuaca panas dan angin kencang membuat api cepat menyebar.

Meski medan sulit dan akses ke lokasi terbatas, tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Humbahas terus berjibaku memadamkan kobaran api. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), BPBD, Dinas PUPR, dan instansi lain langsung turun ke lapangan.

Petugas memadamkan api dengan alat seadanya, mulai dari selang air hingga penyemprotan manual. Mobil Damkar dan armada BPBD bolak-balik mengisi air untuk menyuplai semprotan ke titik-titik api yang menyala di beberapa lokasi berbeda.

Kerja Tanpa Lelah Hingga Tengah Malam

Hingga Kamis (17/7) pukul 00.30 WIB, tim gabungan masih siaga di lokasi. Sekretaris Daerah (Sekda) Humbahas Chiristison Rudianto Marbun turut memimpin langsung operasi darurat ini. Ia terus memberikan semangat dan mengingatkan petugas agar berhati-hati.

“Kita jaga keselamatan bersama. Jangan sampai lalai. Api harus kita kendalikan agar tidak merambat ke pemukiman warga,” pesan Sekda di tengah kegelapan malam dan asap yang masih mengepul.

Terlihat hadir pula sejumlah pejabat penting, seperti Plt Kalak BPBD Sabar H. Purba, Plt Kadis Lingkungan Hidup Sabar Lampos Purba, Plt Kasatpol PP Rahmat Lumbantoruan, Kadis PUPR Renward Marpaung, Kabag Organisasi Manongam Pasaribu, Camat Paranginan Biduan Silaban, serta Kepala Desa Pearung Hisar B. Siregar bersama warga.

Warga Ikut Turun Tangan

Warga desa setempat juga tampak ikut membantu, berupaya semampunya untuk menyelamatkan kebun mereka. “Kami khawatir api makin meluas, kopi dan jeruk kami sudah banyak yang terbakar,” keluh seorang petani yang turut berjaga malam.

Saat ini, tim gabungan masih memantau titik-titik api untuk memastikan tak ada kebakaran susulan. Pihak berwenang juga belum dapat memastikan luas area yang terdampak.

Pemerintah Humbahas mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat musim kemarau panjang seperti sekarang.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *