Example floating
Example floating




Berita

Temu Pers Perdana Bupati Humbahas Diwarnai Seruan Kritik, Tapi Menghilang Saat Waktunya Menjawab

33
×

Temu Pers Perdana Bupati Humbahas Diwarnai Seruan Kritik, Tapi Menghilang Saat Waktunya Menjawab

Sebarkan artikel ini

Humbahas, Sinar 24jam.com– Temu pers perdana Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, yang digelar Kamis (17/7/2025) di Aula Pendopo, Komplek Bukit Inspirasi, menyisakan catatan tersendiri di kalangan wartawan. Di satu sisi, Bupati menyatakan kesiapan menerima kritik pedas dari insan pers. Namun ironisnya, sesi tanya jawab yang dinantikan para jurnalis urung dilakukan karena Bupati buru-buru meninggalkan lokasi, mengaku harus menghadiri rapat persiapan HUT ke-22 Kabupaten Humbahas.

“Kritik saya sepedas-pedasnya,” ucap Oloan dengan nada tinggi, memberi kesan bahwa ia terbuka terhadap masukan. Namun momentum untuk menunjukkan sikap terbuka itu tak terjadi, karena tidak ada kesempatan bagi jurnalis untuk menyampaikan pertanyaan atau tanggapan secara langsung.

Sikap ini menjadi pertanyaan publik. Jika kritik dianggap sebagai bagian penting dari demokrasi dan kemajuan pembangunan, maka komunikasi dua arah—terutama dalam forum resmi seperti temu pers—menjadi pintu awal membangun kepercayaan.

“Ini ironis. Kami diminta menyampaikan kritik, tapi saat kami siap bertanya dan berdialog langsung, beliau malah pamit duluan,” ujar salah satu wartawan lokal yang hadir, meminta namanya tidak disebutkan.

Dalam pidatonya, Bupati Oloan juga menyentil media sosial yang dinilainya “kejam” dan berisi banyak hoaks, terutama saat masa Pilkada lalu. Ia mengaku difitnah sebagai selingkuh hingga pecatan TNI. Namun, publik berharap, sebagai pemimpin yang ingin membangun, Oloan bisa lebih banyak bicara soal visi, program konkret, dan solusi untuk persoalan rakyat.

“Pers bukan hanya penyampai kritik, tapi juga mitra strategis untuk membangun daerah. Tapi kalau akses dan keterbukaan terhadap informasi publik terbatas, bagaimana sinergi bisa berjalan optimal?” sambung wartawan lainnya.

Sebagai pemimpin yang mengusung keterbukaan dan partisipasi, publik tentu menunggu langkah nyata Bupati Oloan dalam membuka ruang dialog yang sehat dan konsisten, bukan hanya dalam pidato, tetapi juga dalam praktik.

Kritik memang penting. Tapi yang lebih penting adalah kesiapan untuk mendengar, menjawab, dan menindaklanjuti. Pers tak butuh pemimpin yang hanya siap dikritik, tapi juga hadir di medan diskusi, bukan hanya di podium.

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *