Pematangsiantar,Sinar24jam.com —
Radiansyah, 46 tahun, warga Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, resmi melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan yang menimpanya ke pihak kepolisian. Ia menjadi korban kedua dari peristiwa yang terjadi di kawasan Jalan Merpati, Kecamatan Siantar Barat, pada Sabtu malam, 11 April 2026.
Laporan itu diterima dan tercatat dalam nomor LP/B/199/IV/2026/SPKT/Polres Pematang Siantar/Polda Sumatera Utara, yang masuk pada Senin, 13 April 2026, sekitar pukul 16.47 WIB.
Menurut keterangan yang tercantum dalam laporan polisi, peristiwa bermula ketika Radiansyah berada di sebuah kedai di depan Rumah Makan Merpati. Saat itu, ia melihat perselisihan yang melibatkan dua orang temannya, Hutapri Sinuaji dan Irwansyah Daulay. Berniat meredakan ketegangan, ia kemudian mengajak keduanya untuk pergi dengan sepeda motor, menuju ke arah Jalan Rajawali.
Namun, perjalanan mereka terhenti di persimpangan Jalan Merpati. Di sana, Irwansyah Daulay tiba-tiba terjatuh. Diduga, ia ditarik oleh seseorang yang diidentifikasi sebagai James Silaen. Melihat hal itu, Radiansyah yang saat itu masih membawa Hutapri terus melaju meninggalkan tempat itu untuk sementara.
Tak lama berselang, ia kembali ke lokasi kejadian bersama sejumlah temannya. Namun, kedatangannya justru berujung pada hal yang tidak diinginkan. Sekelompok orang, yang salah satunya diduga berinisial J, mendatangi mereka. Dari pengamatan Radiansyah, kelompok itu membawa kayu dan benda lain yang bisa digunakan sebagai alat serangan.
Dalam peristiwa itu, Radiansyah menjadi sasaran pemukulan. Sementara itu, teman-temannya yang lain berhasil melarikan diri. Akibat perlakuan tersebut, ia mengalami luka-luka di bagian tubuh atas, tepatnya di sekitar pinggang.
Setelah mendapatkan perawatan dan memastikan kondisinya cukup, Radiansyah memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan proses penyelidikan untuk mengungkapkan seluruh rangkaian peristiwa dan memproses pihak-pihak yang diduga terlibat.















