SIMALUNGUN, SINAR24JAM.COM –
Kabupaten Simalungun secara resmi memperingati Hari Jadi ke-193 tahun pada Sabtu (11/4/2026). Puncak peringatan digelar dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Simalungun di Gedung DPRD, Pematang Raya, dengan mengusung tema “Penguatan Jati Diri Budaya Menuju Simalungun Maju dan Berdaya Saing”.
Acara berlangsung khidmat dan tertib, dipimpin langsung Ketua DPRD Simalungun, Sugiarto, didampingi para Wakil Ketua Samrin Girsang, Bonauli Rajagukguk, dan Juara Sipayung. Hadir pula Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora, pejabat pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, hingga ahli waris Raja Marpitu.
Akar Sejarah yang Kokoh
Dalam sambutannya, Bupati Anton Achmad Saragih memaparkan makna mendalam penetapan tanggal 11 April sebagai hari kelahiran daerah ini. Penetapan ini bukan sekadar simbolik, melainkan berbasis pada bukti sejarah yang kuat.
“Tanggal 11 April diambil dari pembuatan Laklak Simalungun tertua yang ditemukan di Talang Tua Palembang. Naskah kuno itu menyebut ditulis pada Mudahani ni Poltak, bulan Sipaha Opat Hatohani, atau 11 April Tahun Saka 608 atau 686 Masehi,” jelas Bupati.
Sementara itu, angka 193 tahun dihitung sejak tahun 1833, yaitu masa terbentuknya Perserikatan Raja Maropat. Pada fase ini, ikatan persaudaraan Sisada Parmaluan Sisada Lungun diperbaharui dan nama Kesatuan Batak Timur Raya resmi diganti menjadi Simalungun, yang kemudian dikukuhkan dalam Peraturan Daerah.
“Dengan demikian, hari ini kita genap menginjak usia ke-193 tahun,” tegasnya.
Menghormati Leluhur, Menatap Masa Depan
Momentum ini menjadi momen refleksi untuk menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, Pemkab Simalungun juga melaksanakan rangkaian kegiatan ziarah ke makam para Raja Marpitu yang tersebar di berbagai wilayah, bahkan hingga ke Makam Raja Sang Nauwaluh Damanik di Kabupaten Bengkalis, Riau.
Bupati menekankan bahwa peringatan hari jadi bukan hanya seremonial, melainkan ajakan untuk menanamkan rasa cinta dan memiliki terhadap tanah air sendiri. Nilai-nilai luhur warisan raja-raja terdahulu diharapkan menjadi pijakan kuat dalam pembangunan.
“Rasa cinta terhadap Simalungun harus terpatri dalam dada, tercermin dalam sikap dan kerja keras, kerja ikhlas, serta kerja cerdas sesuai profesi masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Sugiarto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi. Di era modern yang penuh tantangan ini, inovasi dan partisipasi aktif dari warga menjadi kunci kemajuan.
“Simalungun adalah rumah bagi berbagai suku, agama, dan budaya. Keberagaman ini adalah kekayaan yang harus kita jaga. Mari dukung program pemerintah dan berikan kritik yang membangun demi kemajuan bersama,” tandas Sugiarto.
Visi “Semangat Baru”
Dengan visi besar “Bersama Semangat Baru Simalungun, Menuju Simalungun Maju”, Bupati dan Wakil Bupati berkomitmen menjalankan lima misi utama: membenahi pelayanan publik, memberdayakan ekonomi rakyat, menyelesaikan permasalahan masyarakat, hingga menjalin sinergi kuat dengan pemerintah pusat dan daerah.
Acara bersejarah ini ditutup dengan pembacaan sejarah oleh Sekda Mixnon Andreas Simamora, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng atau kue simbolis dan sesi foto bersama dalam suasana penuh kebersamaan dan harapan baru.















