Example floating
Example floating




Berita

Dorong Sukseskan MBG, Wabup Simalungun: Pengawasan dan Sinergi Kunci Utama

16
×

Dorong Sukseskan MBG, Wabup Simalungun: Pengawasan dan Sinergi Kunci Utama

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN, SINAR24JAM.COM –

Pemerintah Kabupaten Simalungun terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga, menegaskan bahwa pengawasan yang ketat serta kolaborasi antarinstansi menjadi kunci utama agar program strategis nasional ini berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal.

Hal tersebut disampaikan Benny saat mewakili Bupati menghadiri Rapat Konsolidasi (Rakon) Program MBG yang berlangsung di Hotel Niagara Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Sabtu (11/4/2026).

Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, serta perwakilan delapan kabupaten/kota, jajaran 31 Polres se-Sumatera Utara, hingga para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

51 Dapur Gizi Aktif, 50 Lagi Siap Launching

Dalam kesempatan itu, Benny yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Kabupaten Simalungun memaparkan perkembangan positif di daerahnya. Hingga saat ini, pembangunan dan operasional dapur gizi terus berjalan dinamis.

“Alhamdulillah, saat ini sudah ada sebanyak 51 dapur SPPG yang beroperasi. Sementara sekitar 50 dapur lainnya tengah dipersiapkan untuk segera diluncurkan. Setiap minggu bahkan ada yang launching baru. Ini membuktikan bahwa program MBG di Simalungun terus bergerak maju,” papar Benny.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi yang solid antar seluruh pemangku kepentingan.

“Kolaborasi dan komunikasi antara semua pihak harus terjalin dengan baik. Ini adalah program Presiden yang harus kita sukseskan bersama,” ujarnya.

Fokus Pengawasan dan Dampak Ekonomi

Sebagai penanggung jawab di daerah, Benny menekankan bahwa tugas utamanya adalah memastikan program berjalan sesuai koridor hukum dan aturan yang berlaku.

“Tugas pokok saya adalah memastikan pengawasan dan monitoring berjalan maksimal. Jangan sampai ada penyimpangan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Selain aspek kesehatan dan gizi, program ini juga dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas. Melalui MBG, diharapkan terjadi perputaran uang yang positif, mulai dari keterlibatan petani lokal sebagai pemasok bahan baku hingga penyerapan tenaga kerja di lingkungan sekitar.

Pemerintah Kabupaten Simalungun berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pihak terkait agar manfaat dari program unggulan ini dapat dirasakan secara luas, merata, dan berkelanjutan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *