Example floating
Example floating




Berita

Dugaan Selisih Paham Warga Diselesaikan Polsek Siantar Selatan Melalui Problem Solving

63
×

Dugaan Selisih Paham Warga Diselesaikan Polsek Siantar Selatan Melalui Problem Solving

Sebarkan artikel ini
Personel Polsek melakukan mediasi terhadap dua pihak yang terlibat dugaan selisih paham hingga akhirnya sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan melalui pendekatan problem solving. (Dok.foto : Humas Polres Pematangsiantar).

Pematangsiantar, Sinar24jam.com_

Jumat (06/03/2026)

Polsek Siantar Selatan Polres Pematangsiantar melalui Perwira Pengawas (Pawas) dan personel piket menyelesaikan dugaan selisih paham antara warga melalui pendekatan problem solving, pada Kamis (05/03/2026) sekitar pukul 11.17 WIB.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak SH, SIK, MH melalui Kapolsek Siantar Selatan IPTU Priston Simbolon menjelaskan bahwa dugaan selisih paham tersebut terjadi antara pihak pertama berinisial DHT dengan pihak kedua berinisial PT.

Permasalahan tersebut kemudian dimediasi oleh pihak kepolisian di Mako Polsek Siantar Selatan dengan menghadirkan kedua belah pihak.

Setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan dan saling berdamai.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan bersama yang ditandatangani di atas materai sebagai bentuk komitmen kedua belah pihak untuk tidak memperpanjang permasalahan.

Kapolsek Siantar Selatan IPTU Priston Simbolon mengatakan bahwa kegiatan mediasi tersebut merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi secara persuasif.

“Kedua belah pihak sudah berdamai secara kekeluargaan sehingga dugaan selisih paham tersebut telah diselesaikan melalui pendekatan problem solving,” ujar IPTU Priston Simbolon.

Dengan adanya penyelesaian secara damai tersebut diharapkan situasi kamtibmas tetap terjaga serta hubungan antar masyarakat dapat kembali harmonis.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menembus Pagi Danau Toba, Perjalanan Jurnalis dari Samosir ke Pematangsiantar Demi Menghadiri Adat Penghiburan Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan Pelabuhan Simanindo ketika perjalanan menuju Kota Pematangsiantar dimulai dari Kabupaten Samosir, Minggu pagi (17/5/2026). Udara sejuk khas tepian Danau Toba terasa begitu menenangkan. Hamparan air danau yang membiru memantulkan cahaya matahari pagi, menciptakan panorama alam yang memukau sepanjang perjalanan. Staf Redaksi Prestasi Reformasi bersama Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com berangkat dari Samosir menggunakan kapal kayu menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Perjalanan pagi itu terasa begitu teduh. Riak air danau bergerak perlahan diiringi hembusan angin pegunungan yang sejuk, sementara suasana di atas kapal masih dipenuhi ketenangan khas pagi hari. Setibanya di Dermaga Tigaras, suasana pelabuhan masih tampak lengang. Aktivitas penumpang maupun kendaraan belum begitu ramai. Beberapa kapal terlihat bersandar tenang di tepian dermaga, berpadu dengan panorama alam Danau Toba yang memanjakan mata. “Pagi di Tigaras selalu menghadirkan ketenangan tersendiri. Udara yang segar dan panorama danau memberi semangat baru sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar salah seorang rombongan. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua menuju Kota Pematangsiantar dengan tujuan menghadiri acara adat penghiburan keluarga Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com di kawasan Jalan Asahan. Meski menempuh perjalanan cukup panjang dari Samosir, rombongan akhirnya tiba tepat waktu untuk mengikuti prosesi adat terakhir pemberangkatan keluarga yang meninggal dunia. Dalam suasana adat yang penuh haru, turut dilaksanakan prosesi pemberian ulos tudung sebagai bentuk penghormatan dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran rombongan dari Samosir disambut hangat pihak keluarga yang sebelumnya telah berada di lokasi acara. Keluarga mengaku merasa senang dan bersyukur atas kehadiran para kerabat dan sahabat yang datang dari berbagai daerah untuk memberikan dukungan moril di tengah suasana duka. Perjalanan dari tepian Danau Toba menuju Kota Pematangsiantar pagi itu bukan sekadar perjalanan biasa. Di balik indahnya panorama alam yang dilalui, tersimpan nilai kebersamaan, penghormatan adat, dan kuatnya ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga di tengah masyarakat Batak hingga saat ini. ( red)
Berita

Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan…