Example floating
Example floating




Berita

Salut! Polres Humbahas Kembali Gerak Cepat Tangani Longsor dan Banjir Bandang yang Renggut Korban Jiwa

58
×

Salut! Polres Humbahas Kembali Gerak Cepat Tangani Longsor dan Banjir Bandang yang Renggut Korban Jiwa

Sebarkan artikel ini
Petugas Tim SAR sedang bertugas melakukan penyisiran area terdampak bencana. (Foto-Dok: Humas Polres Humbahas)

Humbahas, Sinar24Jam.com – 

Belum selesai penanganan akses Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Pakkat – Dolok Sanggul, tepatnya di Dusun IV Batu Sendiri, Desa Parbotihan, Kecamatan Onan Ganjang, yang lumpuh total akibat tanah longsor, Polres Humbang Hasundutan kembali mendapatkan informasi adanya bencana baru berupa banjir bandang yang menerjang Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, pada Rabu (26/11/2025) sekitar pukul 13.00 WIB.

Mendapat laporan tersebut, personel Polres Humbahas yang dipimpin Wakapolres Humbahas, Kompol Manson Nainggolan, S.H., M.Si., bersama tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Pemkab Humbahas), BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), TNI, serta relawan SAR (Search and Rescue), langsung menuju lokasi kejadian.

Tiba di lokasi, petugas segera melakukan penyisiran area terdampak, membantu evakuasi warga, mengevakuasi korban yang ditemukan, serta melakukan pengamanan di titik-titik yang berpotensi terjadi banjir susulan. Petugas juga berupaya membuka akses yang tertimbun material lumpur untuk mempermudah proses evakuasi.

Dalam kondisi gelap dan berkabut pun, petuga Tim SAR tetap melakukan tugas.
(Foto-Dok: Humas Polres Hi.bahas).

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 11 warga dilaporkan hilang. Selain itu, delapan unit rumah warga rusak dan terbawa material tanah, serta satu unit mobil dilaporkan hanyut tersapu arus banjir bandang.

“Korban sebanyak 11 orang, setelah dilakukan pencarian diperoleh 6 orang, 2 di antaranya meninggal dunia, 4 lainnya luka berat, dan 5 warga lagi masih dalam pencarian,” ujar Wakapolres.

Hingga berita ini dikirim ke meja redaksi, curah hujan di wilayah Pakkat dan sekitarnya masih sangat tinggi, sehingga proses pembersihan material longsor di badan jalan maupun pencarian serta evakuasi korban banjir bandang terkendala.

Kondisi tanah yang masih labil, arus air yang meningkat sewaktu-waktu, serta jarak pandang yang terbatas membuat tim gabungan harus berhati-hati.

“Pencarian terhadap 5 warga yang belum ditemukan belum dapat dilakukan secara maksimal karena kondisi di lapangan belum memungkinkan. Kami tetap bersiaga dan akan melanjutkan pencarian begitu situasi memungkinkan,” tambahnya.

Di sisi lain, personel Polres Humbahas turut membantu masyarakat yang terdampak bencana untuk mengungsi sementara ke rumah warga yang dinilai aman dari potensi bencana susulan.

Kapolres Humbahas, AKBP Arthur Sameaputty, S.I.K., melalui Wakapolres Kompol Manson, mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

“Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir agar meningkatkan kewaspadaan, segera mengungsi jika melihat tanda-tanda bahaya, serta mengikuti arahan dari petugas di lapangan,” ujarnya.

Ia berharap situasi segera membaik dan seluruh korban yang hilang dapat ditemukan.

“Kami berharap curah hujan segera menurun agar proses pencarian dan penanganan bencana dapat dilakukan lebih maksimal. Semoga semua korban yang belum ditemukan bisa segera ditemukan, dan masyarakat tetap diberikan keselamatan,” pungkasnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menembus Pagi Danau Toba, Perjalanan Jurnalis dari Samosir ke Pematangsiantar Demi Menghadiri Adat Penghiburan Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan Pelabuhan Simanindo ketika perjalanan menuju Kota Pematangsiantar dimulai dari Kabupaten Samosir, Minggu pagi (17/5/2026). Udara sejuk khas tepian Danau Toba terasa begitu menenangkan. Hamparan air danau yang membiru memantulkan cahaya matahari pagi, menciptakan panorama alam yang memukau sepanjang perjalanan. Staf Redaksi Prestasi Reformasi bersama Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com berangkat dari Samosir menggunakan kapal kayu menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Perjalanan pagi itu terasa begitu teduh. Riak air danau bergerak perlahan diiringi hembusan angin pegunungan yang sejuk, sementara suasana di atas kapal masih dipenuhi ketenangan khas pagi hari. Setibanya di Dermaga Tigaras, suasana pelabuhan masih tampak lengang. Aktivitas penumpang maupun kendaraan belum begitu ramai. Beberapa kapal terlihat bersandar tenang di tepian dermaga, berpadu dengan panorama alam Danau Toba yang memanjakan mata. “Pagi di Tigaras selalu menghadirkan ketenangan tersendiri. Udara yang segar dan panorama danau memberi semangat baru sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar salah seorang rombongan. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua menuju Kota Pematangsiantar dengan tujuan menghadiri acara adat penghiburan keluarga Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com di kawasan Jalan Asahan. Meski menempuh perjalanan cukup panjang dari Samosir, rombongan akhirnya tiba tepat waktu untuk mengikuti prosesi adat terakhir pemberangkatan keluarga yang meninggal dunia. Dalam suasana adat yang penuh haru, turut dilaksanakan prosesi pemberian ulos tudung sebagai bentuk penghormatan dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran rombongan dari Samosir disambut hangat pihak keluarga yang sebelumnya telah berada di lokasi acara. Keluarga mengaku merasa senang dan bersyukur atas kehadiran para kerabat dan sahabat yang datang dari berbagai daerah untuk memberikan dukungan moril di tengah suasana duka. Perjalanan dari tepian Danau Toba menuju Kota Pematangsiantar pagi itu bukan sekadar perjalanan biasa. Di balik indahnya panorama alam yang dilalui, tersimpan nilai kebersamaan, penghormatan adat, dan kuatnya ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga di tengah masyarakat Batak hingga saat ini. ( red)
Berita

Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan…