Example floating
Example floating


Berita

Tangis Pilu dari Tapteng: Jeritan Kelaparan dan Dahaga di Balik Puing Bencana

90
×

Tangis Pilu dari Tapteng: Jeritan Kelaparan dan Dahaga di Balik Puing Bencana

Sebarkan artikel ini

Tapanuli Tengah Sinar24jam.com-

Di balik reruntuhan longsor dan amukan banjir yang menghantam Tapanuli Tengah (Tapteng) pada 25 November 2025, terukir kisah pilu yang tak terperi. Ribuan jiwa yang selamat dari maut kini terperangkap dalam cengkeraman kelaparan, dahaga, dan keterasingan.

Pesan singkat yang dikirimkan melalui WhatsApp ke redaksi Sinar24jam.com bukan sekadar kata-kata, melainkan jeritan hati yang merobek sukma. Di dalamnya, terangkum permohonan mendalam, harapan terakhir dari mereka yang merasaForgotten.

“Kami menangis… Air mata kami adalah bukti betapa kami membutuhkan pertolongan. Kelaparan merajalela, air bersih bagai mimpi di siang bolong. Pemerintah pusat, sudikah kiranya mendengar rintihan kami?” tulis seorang warga, mewakili ribuan suara yang bergetar di tengah keputusasaan.

Bencana yang datang tiba-tiba telah merenggut segalanya. Desa-desa yang dulunya ramai kini terisolasi, terputus dari dunia luar oleh longsor dan banjir yang ganas. Rumah-rumah yang menjadi tempat berlindung telah rata dengan tanah, memaksa para korban bertahan di pengungsian darurat dengan persediaan yang kian menipis.

Di antara mereka yang paling menderita adalah anak-anak dan lansia. Tubuh mereka yang lemah semakin ringkih karena kekurangan gizi dan air bersih. Tatapan mata mereka memancarkan ketakutan dan kebingungan, bertanya-tanya kapan penderitaan ini akan berakhir.

“Kami tidak tahu lagi kepada siapa kami harus berharap. Hanya kepada pemerintah pusat-lah kami menggantungkan asa,” lirih seorang ibu, sambil mendekap erat anaknya yang menggigil kedinginan.

Masyarakat Tapteng sangat berharap agar pemerintah pusat, melalui BNPB, Kementerian Sosial, TNI–Polri, dan lembaga kemanusiaan lainnya, segera mengulurkan tangan kasih. Bantuan pangan, air bersih, obat-obatan, dan peralatan darurat sangat dibutuhkan untuk meringankan beban mereka. Upaya percepatan pembukaan akses jalan menuju wilayah terisolasi juga menjadi prioritas utama.

Jeritan pilu dari Tapteng adalah alarm bagi kita semua. Di balik angka-angka statistik dan laporan berita, ada ribuan manusia yang sedang berjuang untuk bertahan hidup. Mereka adalah saudara kita, bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia. Jangan biarkan mereka merasa sendiri dan terlupakan. Ulurkan tangan, berikan harapan, dan selamatkan mereka dari ancaman yang semakin nyata.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *