SAMOSIR, Sinar24jam.com – Sejumlah wartawan bersama pegiat lingkungan dari Pangururan melakukan penelusuran langsung ke kawasan hutan Tele, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Selasa (23/9/2025). Langkah ini diambil setelah mereka menerima laporan masyarakat terkait dugaan perusakan hutan di wilayah tersebut.
Meski harus menempuh jalur berat berupa jalan setapak licin, semak berduri hingga genangan lumpur, para jurnalis tetap melanjutkan investigasi. Tanpa dukungan logistik maupun fasilitas operasional, mereka memilih turun langsung ke lapangan demi memastikan kebenaran informasi.
“Kami bekerja bukan untuk sensasi, tapi karena nurani. Ketika petugas berwenang belum bergerak, kami harus melangkah lebih dulu. Bukan karena lebih hebat, tapi karena lebih peduli,” ungkap Boris Situmorang, salah seorang jurnalis yang ikut dalam penelusuran.
Boris menilai respons pemerintah dan aparat terkait masih sangat minim. Ia bahkan menyindir sejumlah pejabat yang menurutnya lebih sibuk mengurus anggaran daripada turun langsung mengawasi lapangan.
“Kalau jabatan hanya jadi tameng dari lapangan, lebih baik mundur dengan terhormat. Rakyat butuh pemimpin yang turun tangan, bukan hanya tunjuk tangan,” tegasnya.
Landasan Hukum
Dalam pernyataannya, Forum Jurnalis Peduli Hutan Samosir (FJPHS) menekankan bahwa:
- UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan mewajibkan negara menjaga serta melindungi hutan dari kerusakan.
- UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN mengamanatkan aparatur sipil negara melayani publik dengan integritas.
- UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik menuntut aparat bekerja profesional serta hadir di tengah masyarakat.
Karena itu, mereka mendesak Gubernur Sumatera Utara dan instansi terkait segera mengevaluasi kinerja aparat di lapangan, sekaligus memperketat pengawasan terhadap kawasan hutan Tele yang kian terancam.
Isu kerusakan hutan Tele bukanlah hal baru. Namun, kehadiran wartawan di lokasi dan keberanian mereka menyuarakan kondisi lapangan menambah tekanan moral bagi pemerintah daerah maupun provinsi untuk mengambil langkah tegas.
Forum Jurnalis Peduli Hutan Samosir memastikan akan terus mengawal isu ini dan mendorong agar penanganan perusakan hutan tidak lagi sebatas wacana.















