HUMBAHAS, Sinar24jam.com– Meski Anggota Komisi X DPR RI, Drs. Sabam Sinaga MM bersama Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dr. Oloan P. Nababan SH MH dan Ketua DPRD Humbahas, Parulian Simamora menyerahkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada para siswa SMP Negeri 015 Siponjot, Kecamatan Lintongnihuta pada Jumat 13 Juni 2025, namun di lapangan masih ditemukan persoalan serius terkait keberlanjutan program tersebut.
Program PIP yang digadang sebagai solusi agar anak bangsa tidak putus sekolah karena alasan ekonomi, ternyata belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat. Berdasarkan pantauan media sinar24jam.com, hingga Agustus 2025 ditemukan fakta bahwa sejumlah siswa penerima PIP sejak SD tidak lagi memperoleh bantuan setelah melanjutkan ke jenjang SMP.
Padahal, sebagaimana ditegaskan Sabam Sinaga dalam sambutannya, DPR RI akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Humbahas agar setiap tahun minimal 5.000 siswa menerima manfaat PIP. Ia juga menegaskan bahwa program ini menyasar semua jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SLTA, bahkan mahasiswa melalui KIP.
Namun kenyataan di lapangan berbeda. Sejumlah orang tua siswa mengaku kebingungan karena anak mereka yang sebelumnya terdaftar sebagai penerima PIP di SD, tidak lagi menerima bantuan ketika naik ke SMP. “Sejak kelas 8 anak saya sudah tidak dapat lagi. Padahal dulu sejak SD selalu dapat. Kami tidak tahu apa penyebabnya, apakah pihak sekolah tidak mendaftarkan atau memang pusat tidak lagi merespons,” ujar seorang wali murid di Siponjot.
Bupati Humbahas, Dr. Oloan P. Nababan dalam sambutannya meminta agar Sabam Sinaga terus memperjuangkan perluasan PIP dan bantuan pendidikan lain di Humbahas. Ia menekankan bahwa tantangan pendidikan di daerahnya masih berat, mulai dari keterbatasan sarana prasarana, beasiswa, hingga peningkatan kapasitas guru.
Persoalan yang muncul kini justru menimbulkan tanda tanya: di mana letak kendala distribusi PIP? Apakah pada proses input data siswa baru oleh operator sekolah, ataukah ada persoalan di level Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tidak lagi memverifikasi nama-nama penerima?
Meski begitu, apresiasi masyarakat tidak menutup kritik atas pelaksanaan program. Harapan besar pun kini tertuju kepada DPR RI dan Pemkab Humbahas agar memastikan distribusi PIP berjalan tepat sasaran, adil, dan berkelanjutan sehingga tidak ada lagi anak-anak Humbahas yang putus sekolah akibat terhenti bantuan.















