Pematangsiantar, Sinar24jam. Com —
Upaya memastikan kualitas program pemenuhan gizi bagi anak-anak terus diperkuat melalui pengawasan lintas sektor. Wakapolsek Siantar Marihat IPTU Nana Sandara bersama unsur tiga pilar melakukan pengecekan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Karya Lentera Anak Negeri, Kamis (23/4/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Melanthon Siregar, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Siantar Marihat itu melibatkan Camat Siantar Marihat Pedy Harianto Sutopu serta Danramil 03 Siantar Selatan Kapten Inf. Harianto, bersama jajaran Polsek Siantar Marihat dan instansi terkait.
Fokus Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis
Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan dapur dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan menjangkau 1.881 penerima manfaat dari berbagai lembaga pendidikan dan panti asuhan.
Pengelolaan dapur turut melibatkan pemilik program Tuahman Purba, mitra Andre Simatupang, serta Kepala SPPG Immanuel Aritonang, bersama 35 karyawan dan relawan yang bertugas menyiapkan distribusi makanan.
Program ini menyasar anak usia dini hingga pelajar tingkat menengah, termasuk peserta didik PAUD, SD, MTs, MA, hingga siswa SMK, serta anak-anak panti asuhan di wilayah Siantar Marihat dan sekitarnya.
Tekankan Mutu, Higienitas, dan Kelayakan Konsumsi
Dalam arahannya, IPTU Nana Sandara menegaskan bahwa aspek kualitas gizi dan kebersihan harus menjadi prioritas utama dalam setiap proses pengolahan makanan.
“Program ini menyangkut kesehatan anak-anak. Karena itu, seluruh proses harus memenuhi standar gizi, higienitas, dan keamanan pangan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas setempat guna memastikan aspek kesehatan dan sanitasi terpenuhi secara optimal.
Sinergi untuk Kesejahteraan Generasi Muda
Kapolsek Siantar Marihat AKP David Eka Putra menyampaikan bahwa pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam memastikan program sosial berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat nyata.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam situasi aman dan tertib. Kehadiran tiga pilar menjadi simbol kuat kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas hidup, khususnya bagi generasi muda.
Dengan pengawasan yang berkelanjutan, program MBG diharapkan mampu menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi sehat dan berkualitas di masa mendatang. ( Ps)















