Example floating
Example floating




Berita

Jelang HUT RI ke-80, Warga Samosir Himbau Pengibaran Bendera Merah Putih yang Layak dan Sesuai Aturan

46
×

Jelang HUT RI ke-80, Warga Samosir Himbau Pengibaran Bendera Merah Putih yang Layak dan Sesuai Aturan

Sebarkan artikel ini

Samosir, sinar24jam.com

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, masyarakat Kabupaten Samosir menyampaikan himbauan serius kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir dan seluruh pemerintah desa agar mengibarkan Bendera Merah Putih di setiap kantor dengan kondisi yang layak, bersih, dan tidak robek.

Himbauan tersebut disampaikan oleh salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya secara lengkap dan hanya diinisialkan sebagai TB. Ia menekankan pentingnya menghormati simbol negara dengan cara yang benar, terutama dalam momentum peringatan kemerdekaan.

“Jangan sampai ada lagi bendera yang robek, lusuh, atau kotor dikibarkan di kantor pemerintahan. Itu sangat tidak pantas dan mencederai nilai-nilai perjuangan para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan bangsa ini,” ujar TB, Kamis (1/8/2025).

TB juga mengingatkan bahwa pengibaran bendera bukan hanya sekadar seremonial, melainkan kewajiban yang telah diatur dalam undang-undang. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, Pasal 24 menyatakan bahwa:

“Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam dilarang untuk dikibarkan atau digunakan.”

Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi sesuai Pasal 67 dalam undang-undang yang sama, yang menyebutkan bahwa setiap orang dilarang merusak, merendahkan, atau tidak menghormati Bendera Negara.

Lebih lanjut, warga juga berharap agar pemerintah daerah memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dalam hal penghormatan terhadap simbol negara.

“Kami minta Pemkab Samosir tegas, jangan dibiarkan ada kantor desa atau dinas yang mengibarkan bendera tidak layak. Ini soal harga diri bangsa, bukan hal sepele,” tegas TB.

Sebagai bagian dari warga negara yang cinta tanah air, masyarakat Samosir berharap seluruh elemen pemerintah menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dalam menyambut HUT RI ke-80. Sikap hormat terhadap bendera, menurut mereka, adalah wujud nyata dari semangat nasionalisme dan penghargaan terhadap jasa para pahlawan.

Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan inspeksi dan pendataan terhadap kondisi bendera di seluruh kantor pemerintahan agar peringatan hari kemerdekaan tahun ini dapat berlangsung dengan penuh kehormatan dan sesuai aturan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menembus Pagi Danau Toba, Perjalanan Jurnalis dari Samosir ke Pematangsiantar Demi Menghadiri Adat Penghiburan Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan Pelabuhan Simanindo ketika perjalanan menuju Kota Pematangsiantar dimulai dari Kabupaten Samosir, Minggu pagi (17/5/2026). Udara sejuk khas tepian Danau Toba terasa begitu menenangkan. Hamparan air danau yang membiru memantulkan cahaya matahari pagi, menciptakan panorama alam yang memukau sepanjang perjalanan. Staf Redaksi Prestasi Reformasi bersama Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com berangkat dari Samosir menggunakan kapal kayu menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Perjalanan pagi itu terasa begitu teduh. Riak air danau bergerak perlahan diiringi hembusan angin pegunungan yang sejuk, sementara suasana di atas kapal masih dipenuhi ketenangan khas pagi hari. Setibanya di Dermaga Tigaras, suasana pelabuhan masih tampak lengang. Aktivitas penumpang maupun kendaraan belum begitu ramai. Beberapa kapal terlihat bersandar tenang di tepian dermaga, berpadu dengan panorama alam Danau Toba yang memanjakan mata. “Pagi di Tigaras selalu menghadirkan ketenangan tersendiri. Udara yang segar dan panorama danau memberi semangat baru sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar salah seorang rombongan. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua menuju Kota Pematangsiantar dengan tujuan menghadiri acara adat penghiburan keluarga Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com di kawasan Jalan Asahan. Meski menempuh perjalanan cukup panjang dari Samosir, rombongan akhirnya tiba tepat waktu untuk mengikuti prosesi adat terakhir pemberangkatan keluarga yang meninggal dunia. Dalam suasana adat yang penuh haru, turut dilaksanakan prosesi pemberian ulos tudung sebagai bentuk penghormatan dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran rombongan dari Samosir disambut hangat pihak keluarga yang sebelumnya telah berada di lokasi acara. Keluarga mengaku merasa senang dan bersyukur atas kehadiran para kerabat dan sahabat yang datang dari berbagai daerah untuk memberikan dukungan moril di tengah suasana duka. Perjalanan dari tepian Danau Toba menuju Kota Pematangsiantar pagi itu bukan sekadar perjalanan biasa. Di balik indahnya panorama alam yang dilalui, tersimpan nilai kebersamaan, penghormatan adat, dan kuatnya ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga di tengah masyarakat Batak hingga saat ini. ( red)
Berita

Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan…