Example floating
Example floating




Berita

Pemkab Samosir Dukung Doa Bersama Merawat Alam Kawasan Danau Toba

36
×

Pemkab Samosir Dukung Doa Bersama Merawat Alam Kawasan Danau Toba

Sebarkan artikel ini

Samosir, Sinar24jam.com –

Pemerintah Kabupaten Samosir menyatakan dukungannya terhadap inisiatif HKBP dalam menjaga dan melestarikan alam, khususnya di kawasan Danau Toba. Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, menegaskan hal tersebut saat menghadiri acara “Doa Bersama Merawat Alam Kawasan Danau Toba” yang dipimpin oleh Ephorus HKBP, Victor Tinambunan, di Sopo Bolon HKBP Pangururan, pada Senin (01/04/2025).

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkab Samosir turut serta dalam kegiatan penanaman pohon di kompleks Sopo Bolon serta menyalurkan bantuan kepada perwakilan gereja. Acara ini dihadiri oleh ribuan jemaat dari berbagai denominasi gereja di Kabupaten Samosir. Dalam khotbahnya yang mengangkat Kejadian 1:1 dan 1:31, Ephorus Victor Tinambunan mengajak jemaat untuk berkomitmen dalam menjaga lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Wakil Bupati Ariston mengapresiasi inisiatif HKBP dan mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam melawan perusakan lingkungan. Ia menekankan pentingnya aksi nyata, seperti mengurangi penggunaan plastik dan menghindari penebangan liar, guna menjaga keseimbangan ekosistem Danau Toba. Ia juga menyerukan keterlibatan kabupaten/kota di sekitar Danau Toba untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan.

“Merawat alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja dan perusahaan. Dengan kerja sama yang solid, kelestarian Danau Toba bisa dipulihkan dari berbagai kerusakan yang terjadi,” ujar Ariston.

Ephorus HKBP, Victor Tinambunan, menekankan bahwa kesadaran untuk menjaga alam harus dimulai dari diri sendiri. Ia juga mendorong pemerintah untuk meninjau kembali regulasi terkait pengelolaan hutan serta memastikan bahwa perusahaan yang memiliki izin beroperasi tidak merusak lingkungan. Menurutnya, jika ditemukan kelemahan dalam regulasi, maka undang-undang tersebut harus diperbaiki demi perlindungan lingkungan yang lebih baik.

Ketua DPRD Samosir, Nasip Simbolon, berharap acara ini menjadi momentum untuk meningkatkan semangat pelestarian lingkungan. Ia mengingatkan bahwa banyak tantangan dalam menjaga kelestarian Danau Toba, termasuk persoalan galian C dan pengelolaan hasil hutan yang perlu ditinjau ulang. Ia juga mengajak HKBP untuk menyuarakan permasalahan ini ke tingkat pemerintah pusat.

Selain itu, DPRD dan Pemkab Samosir telah mengambil langkah konkret dalam pelestarian lingkungan, seperti penertiban Keramba Jaring Apung (KJA) dan penetapan zona khusus untuk mengurangi dampak pencemaran. DPRD juga siap mengalokasikan anggaran untuk pengadaan bibit pohon yang akan didistribusikan melalui gereja-gereja untuk ditanam bersama masyarakat.

Dalam acara tersebut, Alusdin Sihotang dari HKBP Sihotang, mewakili korban banjir bandang tahun 2023 di Kenegerian Sihotang, menyampaikan keprihatinannya terhadap perusakan hutan yang menyebabkan bencana. Berdasarkan penelusuran dengan drone, ditemukan bahwa banjir tersebut sebagian besar disebabkan oleh aktivitas penebangan liar. Ia berharap pemerintah dan HKBP dapat terus menyuarakan isu ini ke tingkat pusat agar langkah-langkah pencegahan dapat diambil.

“Kami masih cemas setiap kali hujan deras turun, takut akan terjadinya banjir bandang lagi. Kami mendukung penuh kegiatan doa bersama ini dan mengapresiasi upaya semua pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Alusdin.

Acara ini juga dihadiri oleh pimpinan OPD Kabupaten Samosir, Praeses HKBP se-Kawasan Danau Toba, pendeta dan pengurus gereja se-Kabupaten Samosir, pegiat lingkungan Wilmar Simanjorang, aktivis lingkungan dari KSPPM, serta tokoh adat dan masyarakat.

Melalui kerja sama lintas sektor, diharapkan kawasan Danau Toba dapat kembali hijau dan lestari, sehingga menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *