Example floating
Example floating




Berita

Bupati JTP Hutabarat Tekankan Disiplin dan Nasionalisme dalam Upacara Hari Kesadaran Nasional

43
×

Bupati JTP Hutabarat Tekankan Disiplin dan Nasionalisme dalam Upacara Hari Kesadaran Nasional

Sebarkan artikel ini

Taput, Sinar24jam.com –

Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, S.Si, M.Si, memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) di halaman Kantor Bupati Tapanuli Utara, Senin (17/3). Upacara ini dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, pejabat eselon III dan IV, serta seluruh pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Utara.

Dalam sambutannya, Bupati JTP Hutabarat mengapresiasi kehadiran ASN yang tepat waktu serta mengikuti upacara dengan tertib. Ia menekankan bahwa HKN harus menjadi momentum untuk memperbaharui semangat kerja, dedikasi, serta tanggung jawab dalam memberikan pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kedisiplinan Bapak dan Ibu yang hadir tepat waktu hari ini. Saya ingin menegaskan bahwa kedisiplinan dan performa kerja adalah hal yang tidak bisa ditawar sebagai abdi negara dan masyarakat. Masyarakat menaruh harapan besar terhadap pelayanan yang baik, dan kita harus menjawab harapan itu dengan kinerja terbaik,” ujar Bupati.

Selain menyoroti kedisiplinan, Bupati JTP Hutabarat juga menginstruksikan agar seluruh instansi pemerintahan dan sekolah di Tapanuli Utara menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap pukul 10.00 WIB sebagai bentuk peningkatan rasa nasionalisme.

“Saya akan segera mengeluarkan surat edaran agar setiap instansi pemerintah dan sekolah menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap hari pada pukul 10.00 WIB. Ini bukan hanya formalitas, tetapi upaya membangun rasa cinta tanah air yang lebih kuat,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Bupati JTP Hutabarat mengajak seluruh ASN di Kabupaten Tapanuli Utara untuk terus menjaga kekompakan dan bekerja sama dalam mewujudkan visi-misi daerah.

“Mari kita jaga semangat kolaborasi dan kebersamaan. Kita semua adalah satu tim yang bertujuan membangun Tapanuli Utara menjadi daerah yang maju, berbudaya, dan berkelanjutan,” tutupnya.

Upacara HKN ini menjadi pengingat pentingnya disiplin dan semangat nasionalisme bagi ASN sebagai pelayan masyarakat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menembus Pagi Danau Toba, Perjalanan Jurnalis dari Samosir ke Pematangsiantar Demi Menghadiri Adat Penghiburan Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan Pelabuhan Simanindo ketika perjalanan menuju Kota Pematangsiantar dimulai dari Kabupaten Samosir, Minggu pagi (17/5/2026). Udara sejuk khas tepian Danau Toba terasa begitu menenangkan. Hamparan air danau yang membiru memantulkan cahaya matahari pagi, menciptakan panorama alam yang memukau sepanjang perjalanan. Staf Redaksi Prestasi Reformasi bersama Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com berangkat dari Samosir menggunakan kapal kayu menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Perjalanan pagi itu terasa begitu teduh. Riak air danau bergerak perlahan diiringi hembusan angin pegunungan yang sejuk, sementara suasana di atas kapal masih dipenuhi ketenangan khas pagi hari. Setibanya di Dermaga Tigaras, suasana pelabuhan masih tampak lengang. Aktivitas penumpang maupun kendaraan belum begitu ramai. Beberapa kapal terlihat bersandar tenang di tepian dermaga, berpadu dengan panorama alam Danau Toba yang memanjakan mata. “Pagi di Tigaras selalu menghadirkan ketenangan tersendiri. Udara yang segar dan panorama danau memberi semangat baru sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar salah seorang rombongan. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua menuju Kota Pematangsiantar dengan tujuan menghadiri acara adat penghiburan keluarga Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com di kawasan Jalan Asahan. Meski menempuh perjalanan cukup panjang dari Samosir, rombongan akhirnya tiba tepat waktu untuk mengikuti prosesi adat terakhir pemberangkatan keluarga yang meninggal dunia. Dalam suasana adat yang penuh haru, turut dilaksanakan prosesi pemberian ulos tudung sebagai bentuk penghormatan dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran rombongan dari Samosir disambut hangat pihak keluarga yang sebelumnya telah berada di lokasi acara. Keluarga mengaku merasa senang dan bersyukur atas kehadiran para kerabat dan sahabat yang datang dari berbagai daerah untuk memberikan dukungan moril di tengah suasana duka. Perjalanan dari tepian Danau Toba menuju Kota Pematangsiantar pagi itu bukan sekadar perjalanan biasa. Di balik indahnya panorama alam yang dilalui, tersimpan nilai kebersamaan, penghormatan adat, dan kuatnya ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga di tengah masyarakat Batak hingga saat ini. ( red)
Berita

Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan…