Taput, Sinar24jam.com –
Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, S.T., M.Eng., memimpin sosialisasi terkait Tunjangan Profesi Guru (TPG) di Sopo Partungkoan, Tarutung, Senin (17/3/2025). Acara ini dihadiri oleh Pj. Sekda Taput David Sipahutar, Kepala Dinas Pendidikan Bontor Hutaosit, Kepala BKAD Kijo Sinaga, pemerhati pendidikan Martua Situmorang, serta ratusan guru bersertifikasi se-Kabupaten Tapanuli Utara.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Deni Lumbantoruan menegaskan bahwa tunjangan profesi diberikan sebagai bentuk apresiasi atas profesionalisme dan kinerja guru yang telah tersertifikasi. Ia juga mengakui bahwa keterlambatan pembayaran TPG tahun 2024 terjadi akibat keterbatasan keuangan daerah.
“Kami ingin menyampaikan bahwa keterlambatan pembayaran TPG 2024 bukan disengaja, melainkan karena keterbatasan anggaran daerah. Namun, kami memastikan bahwa hak para guru tetap akan dibayarkan pada tahun 2025,” ujar Deni Lumbantoruan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembayaran akan dilakukan melalui mekanisme carry over, dengan menunggu penerbitan Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) tahun 2025 sebagai dasar pencairan. Dana yang belum tersalurkan akan langsung dikirim ke rekening masing-masing guru oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Menanggapi hal ini, beberapa guru yang hadir berharap agar keterlambatan pembayaran tidak terulang di tahun-tahun mendatang.
“Kami memahami kondisi keuangan daerah, tetapi kami juga berharap ada solusi jangka panjang agar keterlambatan seperti ini tidak terulang. Tunjangan profesi ini sangat kami andalkan,” ujar seorang guru yang enggan disebut namanya.
Di akhir acara, Wakil Bupati berpesan agar para guru tetap berkomitmen meningkatkan kompetensi dan kinerja, demi kemajuan pendidikan di Tapanuli Utara.
“Saya berharap kualitas pembelajaran terus meningkat, sejalan dengan profesionalisme guru yang semakin baik. Pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan dukungan maksimal untuk dunia pendidikan,” tutupnya.
Acara ini mendapat perhatian luas dari para tenaga pendidik, yang berharap komunikasi antara pemerintah dan guru terus berjalan transparan demi peningkatan mutu pendidikan di Tapanuli Utara.















