Simalungun, Sinar24jam.com
Proyek hilirisasi perkebunan berskala besar resmi dimulai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Groundbreaking Program Hilirisasi Perkebunan Fase II yang mencakup pengembangan industri oleo food dan biodiesel ini menjadi bagian dari agenda strategis nasional dengan nilai investasi mencapai US$7 miliar.
Peresmian proyek dilakukan secara virtual oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam rangkaian peluncuran 13 proyek hilirisasi tahap II di berbagai wilayah Indonesia, Rabu (29/4).
Di lokasi kegiatan, Kapolres Simalungun, Marganda Aritonang, turut hadir bersama sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan transformasi ekonomi nasional berbasis industri hilir.
Kasi Humas Polres Simalungun, Verry Purba, mengatakan kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut mencerminkan komitmen institusi dalam mendukung stabilitas keamanan sekaligus pembangunan ekonomi.
“Polri tidak hanya berperan dalam menjaga kamtibmas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengamanan investasi strategis,” ujarnya.
Proyek yang dikembangkan oleh PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo ini diproyeksikan menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja langsung dan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah, khususnya di kawasan industri Sei Mangkei.
Selain Kapolres, kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santoso, serta perwakilan DPRD, TNI, Kejaksaan, dan Pengadilan Negeri. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan kuatnya dukungan terhadap pengembangan industri hilir sebagai penggerak ekonomi baru.
Menurut Verry, proyek hilirisasi ini mencakup sektor strategis seperti energi dan pangan yang menjadi pilar penting dalam memperkuat struktur industri nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Kapolres Simalungun, Marganda Aritonang, menegaskan kesiapan jajarannya untuk mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan aman dan kondusif.
“Polres Simalungun siap mendukung penuh setiap tahapan pembangunan ini dengan menjaga stabilitas keamanan, sehingga investasi dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah berharap proyek ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global melalui pengembangan industri berbasis hilirisasi. ( Ps)













