Simalungun, Sinar24jam.com
Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun dalam mempercepat pembangunan infrastruktur kembali ditegaskan melalui langkah nyata di lapangan. Pembangunan dan peningkatan kualitas jalan terus didorong sebagai fondasi utama memperkuat konektivitas wilayah dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Upaya tersebut tercermin dalam kegiatan verifikasi lapangan yang dilaksanakan bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara, Selasa (28/4). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses serah terima hibah Barang Milik Negara (BMN) hasil preservasi jalan kepada pemerintah daerah.
Ruas strategis Simpang Mangga–Tugu Sujono di Kecamatan Bandar Huluan menjadi fokus utama. Jalan ini tidak sekadar menghubungkan titik wilayah, tetapi juga membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Perwakilan BBPJN Sumatera Utara, Helvika Riski, menegaskan bahwa verifikasi dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan.
“Panjang ruas mencapai 1,125 kilometer dengan lebar 6,5 meter, dilengkapi drainase sepanjang 900 meter. Kami memastikan kualitasnya optimal sebelum diserahkan kepada pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar pembangunan dilanjutkan hingga kawasan Tugu Sujono, yang memiliki nilai strategis dan kerap menjadi pusat kegiatan masyarakat, termasuk peringatan nasional setiap 1 Oktober.
Di sisi lain, Kepala Dinas PUTR Simalungun, Hotbinson Damanik, yang mewakili Anton Achmad Saragih, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan daerah.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Prabowo Subianto atas perhatian melalui program hibah infrastruktur yang dinilai berdampak langsung terhadap percepatan pembangunan di Simalungun.
“Ini bukan sekadar pembangunan jalan, tetapi investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat. Kami berharap dukungan ini terus berlanjut,” ujar Hotbinson.
Pemkab Simalungun menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan bagian integral dari visi kepemimpinan daerah dalam menghadirkan layanan publik yang merata dan berkelanjutan. Jalan yang baik diyakini mampu memangkas biaya distribusi, mempercepat mobilitas, serta membuka peluang ekonomi baru di berbagai sektor.
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan satuan kerja BBPJN, Tamora Fernando Pohan, perwakilan BPKPD Simalungun, Boni Silalahi, serta unsur pemerintah Kecamatan Bandar Huluan.
Dengan langkah yang terus berlanjut dan kolaborasi lintas sektor, pembangunan jalan di Simalungun diharapkan tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga menjembatani harapan—dari desa ke kota, dari potensi menuju kesejahteraan nyata. ( Ps)















