Example floating
Example floating




Berita

Polsek Siantar Martoba Respon Cepat TKP Laporan Temuan Mayat di Tambun Nabolon

34
×

Polsek Siantar Martoba Respon Cepat TKP Laporan Temuan Mayat di Tambun Nabolon

Sebarkan artikel ini
Atas: Saat melakukan pengecekan di TKP. Bawah: Jenazah sedang disemayamkan di rumah duka. (Foto: Dok. Humas Polres Kota Pematangsiantar).

Pematangsiantar (Sumut), Sinar24Jam.com –

Personil piket Kepolisian Sektor (Polsek) Siantar Martoba merespon cepat dengan melakukan pngecekan TKP (Tempat Kejadian Perkara) temuan mayat di dalam rumah Perum. BKR Blok II – 07 Kelurahan Tambun Nabolon Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar, pada Senin (16/03/2026) sore sekria pukul 17.20 WIB.

Kapolsek Siantar Martoba, AKP Martua Manik, S.H., M.H., mengatakan bahwa mayat tersebut jenis kelamin wanita diketahui berinisial RPP (48).

Sesuai keterangan yang diperoleh dari TKP bahwa awalnya, pagi hari sekira pukul 07.45 WIB saat hendak berangkat kerja berama pacarnya, anak korban SRS (21) melihat dan mendengar korban yaitu ibu kandungnya menutup pintu kamarnya.

Pada siang hari, sekira pukul 13.00 WIB, suami korban berinisial PS (51) pulang ke rumah berboncengan dengan saudara iparnya atau saudara kandung korban inisal RP (36) hendak mengantarkan makan siang korban. Namun saat dipanggil dan pintu diketuk tidak ada jawaban korban yang ada di dalam rumah.

Selanjutnya, saksi RP masuk ke dalam rumah melalui jendela depan rumah, dan melihat korban sudah dalam keadaan kondisi tidur telentang di dalam kamar diduga meninggal dunia.

Mendengar kabar ibunya meninggal, SRS pun langsung pulang ke rumah, kemudian mengangkat jenazah korban dari kamar ke ruang tamu. Setelan diperiksa, diketahui dan dipastikan bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Menerima laporan warga, personil piket Polsek Siantar Martoba dipimpin oleh Kanit Reskrim, IPDA Juhandya Malau, S.H., bersama Tim Inafis Polres Pematangsiantar datang melakukan pengecekan TKP.

Namun suami korban menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban karena korban diduga meninggal akibat sakit serangan jantung dan memang memiliki histori penyakit jantung dengan membuat surat pernyataan bermaterai.

Adanya permintaan keluarga tersebut maka jenazah korban diserahkan kepada keluarga yang akan dibawa ke kampung halaman di Desa Silalahi Kabupaten Dairi untuk dikuburkan.

“Korban meninggal diduga akibat penyakit jantung dideritanya sesuai pengakuan keluarga. Jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarga karena keluarga membuat surat pernyataan tidak autopsi,” pungkas AKP Martua. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menembus Pagi Danau Toba, Perjalanan Jurnalis dari Samosir ke Pematangsiantar Demi Menghadiri Adat Penghiburan Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan Pelabuhan Simanindo ketika perjalanan menuju Kota Pematangsiantar dimulai dari Kabupaten Samosir, Minggu pagi (17/5/2026). Udara sejuk khas tepian Danau Toba terasa begitu menenangkan. Hamparan air danau yang membiru memantulkan cahaya matahari pagi, menciptakan panorama alam yang memukau sepanjang perjalanan. Staf Redaksi Prestasi Reformasi bersama Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com berangkat dari Samosir menggunakan kapal kayu menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Perjalanan pagi itu terasa begitu teduh. Riak air danau bergerak perlahan diiringi hembusan angin pegunungan yang sejuk, sementara suasana di atas kapal masih dipenuhi ketenangan khas pagi hari. Setibanya di Dermaga Tigaras, suasana pelabuhan masih tampak lengang. Aktivitas penumpang maupun kendaraan belum begitu ramai. Beberapa kapal terlihat bersandar tenang di tepian dermaga, berpadu dengan panorama alam Danau Toba yang memanjakan mata. “Pagi di Tigaras selalu menghadirkan ketenangan tersendiri. Udara yang segar dan panorama danau memberi semangat baru sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar salah seorang rombongan. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua menuju Kota Pematangsiantar dengan tujuan menghadiri acara adat penghiburan keluarga Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com di kawasan Jalan Asahan. Meski menempuh perjalanan cukup panjang dari Samosir, rombongan akhirnya tiba tepat waktu untuk mengikuti prosesi adat terakhir pemberangkatan keluarga yang meninggal dunia. Dalam suasana adat yang penuh haru, turut dilaksanakan prosesi pemberian ulos tudung sebagai bentuk penghormatan dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran rombongan dari Samosir disambut hangat pihak keluarga yang sebelumnya telah berada di lokasi acara. Keluarga mengaku merasa senang dan bersyukur atas kehadiran para kerabat dan sahabat yang datang dari berbagai daerah untuk memberikan dukungan moril di tengah suasana duka. Perjalanan dari tepian Danau Toba menuju Kota Pematangsiantar pagi itu bukan sekadar perjalanan biasa. Di balik indahnya panorama alam yang dilalui, tersimpan nilai kebersamaan, penghormatan adat, dan kuatnya ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga di tengah masyarakat Batak hingga saat ini. ( red)
Berita

Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan…