Example floating
Example floating




Berita

Tragis! Monyet di Hutan Tele Terpaksa Mengemis di Jalan, Siapa yang Harus Disalahkan?

54
×

Tragis! Monyet di Hutan Tele Terpaksa Mengemis di Jalan, Siapa yang Harus Disalahkan?

Sebarkan artikel ini

Samosir, Sinar24jam.com —

Pemandangan memilukan menyambut para pengendara yang melintasi kawasan Hutan Tele, Kabupaten Samosir. Sekelompok monyet liar terlihat turun ke jalan, mendekati kendaraan dan mengulurkan tangan seolah meminta belas kasihan. Tubuh mereka kurus, mata mereka kosong, dan gerak-gerik mereka menggambarkan rasa lapar yang mendalam.

Fenomena ini bukan sekadar kejadian alam biasa. Ini adalah sinyal dari krisis ekologis yang semakin nyata. Pertanyaannya: apakah makanan di hutan benar-benar telah habis? Atau hutannya yang perlahan menghilang akibat ulah manusia?

Perusakan Habitat: Kejahatan yang Terus Diabaikan

Hutan Tele telah lama dikenal sebagai habitat alami berbagai jenis satwa liar, termasuk populasi monyet. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kerusakan lingkungan di kawasan ini kian mengkhawatirkan. Penebangan liar, pembukaan lahan pertanian, dan pembakaran hutan secara sembarangan terus terjadi tanpa kendali.

Pohon-pohon yang dulu menjadi sumber makanan kini telah ditebang. Kawasan yang dulunya rimbun berubah menjadi lahan terbuka. Akibatnya, satwa kehilangan tempat tinggal, sumber makanan, dan perlindungan—mereka kehilangan hak untuk hidup di rumahnya sendiri.

Pecinta Alam Asal Samosir: “Ini Alarm yang Harusnya Menggugah Kita Semua”

TB, seorang pecinta alam sekaligus warga asli Samosir, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi yang semakin memburuk. Ia mengecam praktik perusakan hutan yang berdampak langsung pada kehidupan satwa liar.

> “Monyet-monyet itu bukan turun untuk bermain. Mereka kelaparan. Mereka mengemis karena kita merampas sumber hidup mereka,” ujar TB kepada Sinar24jam.com, Sabtu (24/5).

 

Lebih lanjut, TB menegaskan bahwa krisis ini bukan hanya menyangkut satwa, tapi juga ancaman nyata terhadap manusia.

> “Jika ekosistem rusak, bencana alam akan menyusul. Kita sudah sering lihat banjir dan longsor. Tapi tetap saja, kita tidak belajar. Pemerintah harus tegas, dan masyarakat harus sadar.”

 

Ketika Hewan Mengemis, Nurani Manusia Diuji

Kehadiran monyet di jalanan bukanlah tontonan. Mereka bukan badut jalanan atau objek hiburan viral di media sosial. Mereka adalah korban dari kerakusan dan kelalaian manusia.

Ketika hewan liar keluar dari habitatnya dan mendekati manusia, itu bukan karena mereka jinak—melainkan karena hutan sudah tidak lagi bisa menopang kehidupan mereka.

Seruan Mendesak untuk Tindakan Nyata

Melalui laporan ini, Sinar24jam.com menyerukan kepada seluruh pihak—pemerintah, LSM, akademisi, dan masyarakat luas—untuk segera bertindak:

Hentikan alih fungsi lahan secara ilegal di kawasan Tele.

Tindak tegas pelaku perusakan lingkungan tanpa pandang bulu.

Bangun kembali zona konservasi dan perlindungan satwa liar.

Tingkatkan edukasi lingkungan bagi masyarakat, terutama di sekitar kawasan hutan.

Jika tidak ada langkah konkret yang segera diambil, bukan hanya monyet yang akan punah. Kita semua sedang menggali lubang menuju krisis lingkungan dan kemanusiaan yang lebih dalam.

Hutan yang mati bukan hanya tentang pohon yang tumbang, tetapi tentang kehidupan yang ikut musnah.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *