Example floating
Example floating




Berita

Lamhot Sinaga, Adik Kandung Calon Bupati Humbahas Salurkan Bantuan 1182 Unit Pompa Air ke Humbahas

31
×

Lamhot Sinaga, Adik Kandung Calon Bupati Humbahas Salurkan Bantuan 1182 Unit Pompa Air ke Humbahas

Sebarkan artikel ini

Humbahas – Adik kandung Calon Bupati Humbang Hasundutan (Birma Sinaga), salurkan 1182 unit pompa air dari bahan bakar LPG atas program kemitraan Kementerian ESDM dan Pertamina tahun anggaran 2024, Senin (18/11) bertempat di Aula Pendopo Bukit Inspirasi Kantor Bupati Humbang Hasundutan.

Program yang disalurkan oleh Lamhot Sinaga, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini, baru pertama diberikan kepada petani Kabupaten Humbang Hasundutan dari seluruh kabupaten, kotamadya se Indonesia.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Air Mineral, Laode Suleman mengatakan, bahwa pompa air yang berbahan bakar LPG ini adalah merupakan program kemitraan Kementerian ESDM dan Pertamina tahun anggaran 2024.

” Dan, pompa air ini disalurkan baru pertama diterima oleh petani Kabupaten Humbang Hasundutan dari seluruh kabupaten, kotamadya se Indonesia,” kata Laode.

Laode, menambahkan, bahwa dari program ini yang tersalur ke petani Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan atas aspirasi anggota DPR RI, Wakil Ketua Komisi VII Lamhot Sinaga ke Kementerian ESDM.

” Jadi, program ini akan membantu petani dengan kemudahan untuk mengolah segala pertanian. Apalagi, dari bahan bakarnya. Untuk bahan bakarnya kita sudah hemat dari pada bahan bakar minyak sebelumnya. Dan, hal ini merupakan atas aspirasi Wakil Ketua Komisi VII,” kata Laode.

” Jadi mari kita berterimakasih kepada Pak Lamhot atas aspirasinya, masyarakat petani dapat terbantu untuk mengolah pertanian. Begitu juga, kita harus berterimakasih kepada Pak Bupati Humbahas atas kerjasamanya dengan anggota DPR RI,” ujarnya sembari disambut tepuk tangan.

Sementara, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor mengatakan, kiranya dengan atas adanya bantuan pompa air yang berbahan bakar dari LPG atas program kemitraan Kementerian ESDM dan Pertamina tahun anggaran 2024 ini , dapat dipergunakan dengan sebaikmungkin.

Karena program ini, merupakan program pertama Kementerian ESDM dengan Pertamina, pompa air yang berbahan bakar LPG dan baru pertama disalurkan ke Kabupaten Humbahas dari seluruh kabupaten, kotamadya se Indonesia.

Dikatakan Dosmar, program pompa air yang berbahan bakar LPG ini atas program kemitraan Kementerian ESDM dan Pertamina tahun anggaran 2024, sudah sangatlah tepat kepada petani terlebih khusus ke Humbang Hasundutan.

Dosmar menilai, hal itu dikarenakan selama ini yang dihadapi petani adalah kebutuhan air, biarpun sumber air di Humbahas sangat tinggi. Apalagi, selama petani hanya mengandalkan cuaca ketika ingin bercocok tanam.

” Jadi, untuk bahan bakarnya kita sudah hemat. Apalagi, dengan cepatnya kemudahan memperoleh air yang sebelumnya sangat susah sehingga hanya mengandalkan cuaca, pertanian Humbahas akan semakin meningkat,” tegas Dosmar.

Ditambahkan Dosmar, program kemitraan Kementerian ESDM dan Pertamina ini yang launching ke Kabupaten Humbang Hasundutan, merupakan atas aspirasi anggota DPR RI Lamhot Sinaga untuk para petani di daerah ini, dan dibarengi dengan usulan dirinya ke Kementerian ESDM.

” Jadi, Pak Lamhot ini mengusahakan bagaimana supaya maju pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan. Untuk itu, kita harapkan kepada masyarakat yang menerima pompa air ini dapat mempergunakan dengan baik, dan mempergunakan secara betul,” harap Dosmar.

Dikatakannya lagi, dalam kemajuan pertanian di Kabupaten Humbang Hasundutan juga bahwa itu dikarenakan kerjasama antara Pemerintah Humbahas ke Pemerintah Pusat, Provinsi dan tak terlepas aspirasi anggota DPR RI.

” Jadi, selama 10 tahun saya sebagai Bupati Humbang Hasundutan bukan karena kehebatanku, tetapi karena kerjasama baiknya saya dengan Pemerintah Pusat, Provinsi, dan anggota DPR RI,” ungkapnya.

Menurut Dosmar, tanpa ada kerjasama baik antara kepala daerah, pemerintah pusat, provinsi dan anggota DPR RI sebagai penyambung suara masyarakat, kemajuan di daerah tidak akan terdongkrak atau maju. Dan, jangan berharap pada pendapatan asli daerah (PAD).

Untuk itu Dosmar berharap, agar masyarakat dapat memilih kepala daerah mendatang yang betul-betul dapat bekerjasama baiknya dengan Pemerintah Pusat maupun Provinsi, dan anggota DPR RI sebagai penyambung suara masyarakat.

” Karena kalau tidak ada hubungan baik, antara kepala daerah, pemerintah pusat, provinsi dan anggota DPR RI, APBD Humbahas tidak akan begitu naik, dan jangan hanya mengharap PAD,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Dosmar menyinggung sekaitan permasalahan tanah di Food Estate agar tidak digiring oleh masyarakat ke negatif.

Dosmar mengatakan, bahwa tanah di food estate, adalah untuk lahan pertanian yang merupakan program pemerintah pusat.

” Food Estate itu program pemerintah, semua itu untuk petani, dan lahan itu milik petani. Tidak ada lahan pertanian itu menjadi milik pemodal, baik itu investor atau saya sendiri. Jadi, perlu kita pahami bersama bahwa food estate itu program ketahanan pangan, jangan mau digiring oleh oknum-oknum yang mau memecah belah dengan program pemerintah pusat,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, adik Birma Sinaga, Lamhot Sinaga menambahkan bahwa saluran bantuan ini diberikan adalah untuk meningkatkan produktifitas pertanian agar semakin meningkat. Agar tidak lagi mengharapkan curah hujan.

” Sumber air di Humbahas sangat tinggi, tetapi petani hanya mengharapkan curah hujan dalam pertanian. Jadi, dari alat ini semoga perkembangan pertanian Humbahas semakin naik, dan kesejahteraan masyarakat juga naik,” kata Lamhot.

Masih dikatakan Lamhot, program Kementerian ESDM ini sudah banyak tersalur ke Humbahas itu dikarenakan upaya-upayanya untuk petani Humbahas, maupun di Kabupaten lain.

Namun, lanjut Lamhot, upaya yang dilakukanya itu tidak berdaya jika tidak dapat bekerjasama dengan kepala daerah.

” Apa artinya aspirasi dan usulan yang saya buat program pertanian ke Humbahas, tetapi Bupati nya tidak peduli dengan petani. Maka jangan berharap aspirasi itu bisa turun. Sama seperti pompa air ini , kenapa alat ini turun ke Humbahas, itu karena Bupatinya peduli dengan petani. Jadi, saya menyambut baik semangat Bupati Humbahas Bapak Dosmar Banjarnahor dalam pertanian ini,” ungkap Lamhot.

” Begitu enaknya masyarakat Humbahas kalau Bupatinya bisa bersinergi dengan wakil rakyatnya,” tambah Lamhot sembari disambung riang tepuk tangan.

Sebelumnya, Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) melalui Dirjend Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) RI bersama anggota DPR-RI, Ir. Lamhot Sinaga telah meresmikan pemasangan JPU-TS (Jalan Penerangan Umum-Tenaga Surya) di Desa Sibuluan Kecamatan Onan Ganjang Kabupaten Humbahas, Jumat (15/11).

Peresmian itu dihadiri anggota DPR-RI Ir. Lamhot Sinaga, Kasubdit Pengawasan Pembangunan Infrastruktur EBTKE, Agung Feinnudin, Plt Kadis Perhubungan Humbahas Rommel Silaban SH bersama Camat Onan Ganjang Posma Simanullang dan lainnya.

Agung Feinnudin mengatakan pemasangan JPU-TS ini merupakan aspirasi anggota DPR-RI Lamhot Sinaga. “Ini aspirasi Bapak Lamhot Sinaga sebagai putra Humbang Hasundutan, banyak aspirasi yang telah diperjuangkannya untuk kepentingan rakyat terkhusus di daerah pemilihannya. PJU-TS ini dipersembahkan hanya untuk rakyat” tambah Agung.

Rommel Silaban mengucapkan terimakasih kepada Kementerian ESDM dan anggota DPRRI Ir Lamhot Sinaga atas kepedulian dan perhatiannya ke Kabupaten Humbang Hasundutan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menembus Pagi Danau Toba, Perjalanan Jurnalis dari Samosir ke Pematangsiantar Demi Menghadiri Adat Penghiburan Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan Pelabuhan Simanindo ketika perjalanan menuju Kota Pematangsiantar dimulai dari Kabupaten Samosir, Minggu pagi (17/5/2026). Udara sejuk khas tepian Danau Toba terasa begitu menenangkan. Hamparan air danau yang membiru memantulkan cahaya matahari pagi, menciptakan panorama alam yang memukau sepanjang perjalanan. Staf Redaksi Prestasi Reformasi bersama Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com berangkat dari Samosir menggunakan kapal kayu menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Perjalanan pagi itu terasa begitu teduh. Riak air danau bergerak perlahan diiringi hembusan angin pegunungan yang sejuk, sementara suasana di atas kapal masih dipenuhi ketenangan khas pagi hari. Setibanya di Dermaga Tigaras, suasana pelabuhan masih tampak lengang. Aktivitas penumpang maupun kendaraan belum begitu ramai. Beberapa kapal terlihat bersandar tenang di tepian dermaga, berpadu dengan panorama alam Danau Toba yang memanjakan mata. “Pagi di Tigaras selalu menghadirkan ketenangan tersendiri. Udara yang segar dan panorama danau memberi semangat baru sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar salah seorang rombongan. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua menuju Kota Pematangsiantar dengan tujuan menghadiri acara adat penghiburan keluarga Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com di kawasan Jalan Asahan. Meski menempuh perjalanan cukup panjang dari Samosir, rombongan akhirnya tiba tepat waktu untuk mengikuti prosesi adat terakhir pemberangkatan keluarga yang meninggal dunia. Dalam suasana adat yang penuh haru, turut dilaksanakan prosesi pemberian ulos tudung sebagai bentuk penghormatan dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran rombongan dari Samosir disambut hangat pihak keluarga yang sebelumnya telah berada di lokasi acara. Keluarga mengaku merasa senang dan bersyukur atas kehadiran para kerabat dan sahabat yang datang dari berbagai daerah untuk memberikan dukungan moril di tengah suasana duka. Perjalanan dari tepian Danau Toba menuju Kota Pematangsiantar pagi itu bukan sekadar perjalanan biasa. Di balik indahnya panorama alam yang dilalui, tersimpan nilai kebersamaan, penghormatan adat, dan kuatnya ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga di tengah masyarakat Batak hingga saat ini. ( red)
Berita

Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan…