Example floating
Example floating




Berita

Banjir Sawah dan Janji Panen Tiga Kali: Gubernur Sumut Sampaikan “Permohonan Klasik” ke Presiden

34
×

Banjir Sawah dan Janji Panen Tiga Kali: Gubernur Sumut Sampaikan “Permohonan Klasik” ke Presiden

Sebarkan artikel ini

Serdangbedagai,Sinar24jam.com –

Dalam sebuah momen yang sarat simbol dan harapan, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan permohonan kepada Presiden RI Prabowo Subianto agar tanggul-tanggul pertanian di wilayahnya segera diperbaiki. Permohonan itu disampaikan dalam acara Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi, Senin (7/4/2025), melalui sambungan telekonferensi.

Masalah yang disampaikan Bobby sebenarnya bukanlah isu baru. Tanggul jebol saat musim hujan, sawah kebanjiran, dan petani gagal panen satu siklus yang kerap berulang dari tahun ke tahun, tanpa penyelesaian jangka panjang yang konkret.

“Kami sangat berharap ini bisa diperbaiki. Lahan sawah seluas 320 hektar di Serdangbedagai hanya bisa panen dua setengah kali setahun, padahal potensinya tiga kali,” ujar Bobby dengan nada penuh harap.

Sementara itu, laporan produksi pertanian Sumut di bulan April memang menggembirakan: 11.104 hektar sawah akan dipanen dengan estimasi hasil 56.630 ton gabah kering. Harga gabah pun, menurut Bobby, cukup bersahabat bagi petani, dengan angka terendah Rp6.500/kg.

Namun di balik angka-angka optimistis itu, tersimpan pertanyaan klasik: sampai kapan petani harus menunggu perbaikan tanggul untuk bisa panen maksimal? Dan mengapa permohonan semacam ini terus disuarakan dari tahun ke tahun, seolah tak pernah benar-benar dijawab tuntas?

Presiden Prabowo menanggapi dengan tenang. “Ini awal yang bagus. Kita harus capai hasil yang lebih baik lagi,” ujarnya dari Majalengka.

Prabowo juga kembali mengangkat pentingnya peran petani sebagai garda terdepan ketahanan bangsa. Pernyataan itu disambut baik, meski tak sedikit yang berharap agar perhatian terhadap petani tak hanya berhenti pada pernyataan simbolis saat panen raya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memuji revolusi kebijakan pupuk yang disebutnya “menghapus birokrasi rumit”. Kini, distribusi pupuk tak perlu lagi melewati belasan meja dan tanda tangan.

Tentu, publik berharap revolusi kebijakan ini juga merambah ke infrastruktur dasar pertanian seperti tanggul yang tak jebol saat hujan tiba.

Panen Raya Serentak ini dihadiri berbagai tokoh nasional, dari Menko Zulkifli Hasan, Komisi IV DPR RI, hingga kepala daerah dari 14 provinsi. Acara ini semarak, namun bagi petani, yang mereka tunggu bukan seremoni melainkan aksi nyata.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *