SAMOSIR, SINAR24JAM. COM–
Memasuki hari kedua pelaksanaan Festival Tao Toba Joujou 2026, suasana di kawasan Waterfront City (WFC) Pangururan, Jumat (7/8/2026), terpantau belum seramai yang diharapkan.
Berdasarkan pantauan Kru media di lokasi hingga siang hari, arus pengunjung masih relatif lengang. Sejumlah stan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tampak telah membuka lapak dan menawarkan berbagai produk unggulan, namun jumlah pengunjung yang datang masih terbatas.
Beberapa pelaku UMKM berharap jumlah pengunjung akan meningkat pada sore hingga malam hari, terutama menjelang rangkaian hiburan dan agenda utama festival.
Selain di lokasi festival, kondisi serupa juga terlihat pada aktivitas penyeberangan menuju kawasan Sibea-bea yang menurut pengamatan di lapangan belum menunjukan peningkatan penumpang secara signifikan pada waktu pemantauan.
Festival Tao Toba Joujou 2026 yang digelar melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Samosir dan Bank Indonesia mengusung penguatan ekonomi daerah melalui promosi UMKM, digitalisasi sistem pembayaran, pengembangan sektor pariwisata, serta pelestarian budaya.
Selama penyelenggaraan festival, berbagai kegiatan telah dijadwalkan, antara lain pameran UMKM, edukasi transaksi digital, business matching, pertunjukan seni budaya, festival kuliner, layanan pembayaran digital, hingga penampilan artis nasional.
Pantauan pada siang hari ini tentu belum menggambarkan keseluruhan pelaksanaan festival. Mengingat masih terdapat sejumlah agenda hingga malam hari dan rangkaian acara akan berlangsung sampai penutupan.
Masyarakat dan pelaku UMKM berharap seluruh rangkaian Festival Tao Toba Joujou 2026 dapat memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal, meningkatkan transaksi pelaku usaha, serta semakin memperkuat posisi Kabupaten Samosir sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata di kawasan Danau Toba.
Jika nantinya terdapat data resmi jumlah pengunjung atau nilai transaksi dari panitia, berita ini akan menjadi lebih kuat dengan membandingkan hasil pantauan lapangan dengan data resmi tersebut sehingga tetap memenuhi prinsip keberimbangan. ( )















