Samosir, Sinar24jam.com
Ancaman kekeringan yang selama ini menghantui petani di Kabupaten Samosir perlahan mulai dijawab dengan langkah konkret. Pemerintah Kabupaten Samosir membangun Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Oppuratus, Kecamatan Nainggolan, yang diproyeksikan mampu mengairi hingga 80 hektare lahan persawahan masyarakat.
Pembangunan infrastruktur irigasi modern tersebut menjadi salah satu upaya Pemkab Samosir memperkuat sektor pertanian di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan pasokan air saat musim kemarau. Menariknya, proyek ini lahir dari kolaborasi Pemerintah Kabupaten Samosir dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kedutaan Besar Inggris.
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom turun langsung meninjau progres pembangunan PATS, Rabu (6/5). Di lokasi pembangunan, Vandiko menegaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Pompa air ini merupakan hasil usulan yang kami ajukan dan akhirnya mendapat dukungan dari Kedubes Inggris. Ini membuktikan bahwa kalau pemerintah mau bergerak dan membangun komunikasi, peluang bantuan itu selalu ada,” ujar Vandiko.
Menurutnya, sektor pertanian harus mendapat perhatian serius karena masih menjadi tulang punggung ekonomi sebagian besar masyarakat Samosir. Karena itu, pembangunan infrastruktur pertanian dinilai menjadi investasi penting untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Dari hasil peninjauan, pompa air tenaga surya tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 230 meter kubik air per jam. Teknologi ini menggunakan energi matahari sebagai sumber tenaga utama sehingga dinilai lebih hemat dan ramah lingkungan dibanding sistem pompa konvensional.
Pemerintah daerah menargetkan fasilitas tersebut dapat segera diresmikan bersama pihak Kedutaan Besar Inggris pada Juni 2026 agar langsung dimanfaatkan petani menghadapi musim tanam berikutnya.
Selain mampu mengairi puluhan hektare sawah, kehadiran PATS juga diharapkan mengurangi ketergantungan petani terhadap curah hujan yang selama ini menjadi persoalan utama di wilayah pertanian tadah hujan.
“Selama ini ketika musim kemarau datang, petani selalu dihantui kekhawatiran sawah kekeringan dan gagal panen. Dengan adanya pompa air ini, kita ingin petani lebih tenang dan produktivitas pertanian meningkat,” kata Vandiko.
Ia menambahkan, hingga saat ini Kabupaten Samosir telah memiliki lima unit Pompa Air Tenaga Surya yang tersebar di sejumlah wilayah pertanian. Pada 2026, pemerintah daerah kembali menambah empat unit baru melalui dukungan APBD, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan bantuan mitra internasional.
Menurut Vandiko, pembangunan daerah saat ini menuntut kreativitas pemerintah dalam mencari sumber pendanaan alternatif di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Efisiensi anggaran tidak boleh membuat pembangunan berhenti. Pemerintah harus kreatif mencari peluang, membangun sinergi, dan menghadirkan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.
Langkah Pemkab Samosir membangun kerja sama dengan lembaga internasional dinilai menjadi strategi penting dalam mempercepat pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan infrastruktur.
Kepala Desa Sibonor Oppuratus, Binsar Marbun, mengatakan pembangunan pompa air tersebut menjadi harapan besar bagi masyarakat desa yang mayoritas bekerja sebagai petani sawah.
“Musim kemarau tahun lalu sangat berat. Banyak petani kesulitan air dan hasil panen terganggu. Karena itu masyarakat sangat bersyukur dengan adanya pompa ini,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Op. Alvaro Manik, salah seorang petani setempat. Ia mengaku selama ini petani selalu hidup dalam kecemasan ketika memasuki musim kemarau akibat minimnya sumber air untuk sawah.
“Kalau kemarau panjang, sawah bisa kering dan kami rugi besar. Sekarang kami merasa lebih tenang karena sudah ada solusi yang nyata,” katanya.
Turut mendampingi Bupati dalam peninjauan tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, Kabid Perekonomian Bapperida Rikardo Simbolon, serta Camat Nainggolan Junita Sinaga.
Pembangunan PATS di Samosir bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Di balik mesin pompa dan panel surya yang berdiri di tengah sawah, tersimpan harapan baru bagi petani untuk keluar dari ancaman gagal panen, sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan desa bisa bergerak maju ketika pemerintah berani membangun kolaborasi dan berpihak pada kebutuhan rakyat kecil. ( bs)















