Example floating
Example floating




Bantuan sosialBerita

Panen Tak Lagi Berat: Vandiko Turun ke Sawah, Taksi Alsintan Ubah Wajah Pertanian Samosir

10
×

Panen Tak Lagi Berat: Vandiko Turun ke Sawah, Taksi Alsintan Ubah Wajah Pertanian Samosir

Sebarkan artikel ini

Samosir, Sinar24jam.com

Hamparan sawah di Desa Sibonor Oppuratus, Kecamatan Nainggolan, Selasa (6/5), tampak berbeda dari biasanya. Di tengah bulir padi yang menguning, suara mesin combine harvester memecah pagi, menandai perubahan cara bertani di Kabupaten Samosir. Modernisasi pertanian yang selama ini hanya menjadi wacana perlahan mulai terlihat nyata di lapangan.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom turun langsung ke area persawahan, menyapa petani, memantau pemanfaatan alat pertanian modern, bahkan ikut mengoperasikan combine harvester bersama masyarakat. Kehadiran orang nomor satu di Samosir itu menjadi simbol kuat bahwa sektor pertanian mulai mendapat perhatian serius di tengah dominasi pembangunan pariwisata kawasan Danau Toba.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, serta Kabid Perekonomian Bapperida Rikardo Simbolon.

Combine harvester yang digunakan merupakan bagian dari program “Taksi Alsintan”, bantuan alat dan mesin pertanian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia atas usulan Pemerintah Kabupaten Samosir tahun sebelumnya. Alat ini mampu menggabungkan tiga proses sekaligus—memotong, merontokkan, dan membersihkan gabah—dalam satu pekerjaan. Jika sebelumnya petani membutuhkan banyak tenaga kerja dan biaya tinggi untuk panen manual, kini proses panen dapat dilakukan lebih cepat, hemat, dan efisien.

“Hari ini kita panen bersama petani sekaligus memastikan bantuan combine harvester dari Kementan benar-benar dimanfaatkan masyarakat. Kita ingin bantuan ini langsung dirasakan petani,” ujar Vandiko di sela kegiatan.

Menurutnya, pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Samosir. Karena itu, modernisasi alat pertanian harus terus diperkuat agar kesejahteraan petani meningkat dan biaya produksi dapat ditekan.

Di bawah terik matahari, Vandiko tidak hanya memberi arahan dari tepi sawah. Ia naik langsung ke atas mesin combine harvester dan ikut memanen padi bersama warga. Momen tersebut disambut antusias petani yang melihat keterlibatan langsung kepala daerah di tengah aktivitas mereka.

“Saya senang melihat masyarakat bisa panen lebih cepat dan mudah. Alat ini sangat membantu, baik dari sisi waktu maupun biaya,” katanya.

Vandiko menegaskan bahwa konsep Taksi Alsintan bukan hanya memberi alat kepada kelompok penerima, tetapi membuka akses lebih luas bagi petani lain melalui sistem sewa terjangkau. Dengan pola ini, alsintan diharapkan menjadi sumber produktivitas sekaligus sumber pendapatan kelompok tani untuk biaya operasional dan perawatan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom menjelaskan bahwa hasil penyewaan alat akan dikelola kelompok penerima agar keberlanjutan penggunaan mesin tetap terjaga.

“Taksi Alsintan bertujuan menciptakan petani yang lebih mandiri dan produktif. Setelah selesai digunakan di wilayahnya, alat dapat disewakan kembali untuk menambah pemasukan kelompok,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan combine harvester juga berdampak pada percepatan masa panen dan peningkatan indeks tanam. Dengan dukungan alat modern, petani diharapkan mampu mencapai target hingga lima kali panen dalam dua tahun. Saat ini Kabupaten Samosir telah memiliki empat unit combine harvester, dan satu unit di antaranya dioperasikan melalui sistem Taksi Alsintan.

Bagi petani, dampak bantuan ini dirasakan langsung. Baktiar Sinaga, salah seorang petani di Desa Sibonor Oppuratus, mengaku biaya panen kini jauh lebih ringan dibanding cara manual.

“Kalau manual, dua rante sawah bisa habis sekitar Rp800 ribu untuk tenaga kerja. Sekarang cukup sekitar Rp200 ribu dan panen lebih cepat, bahkan tetap bisa saat hujan,” ujarnya.

Langkah Pemkab Samosir menghadirkan alsintan modern dinilai menjadi sinyal penting bahwa pembangunan daerah tidak semata bertumpu pada sektor pariwisata. Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan iklim, penguatan sektor pertanian mulai ditempatkan sebagai fondasi strategis bagi ketahanan ekonomi masyarakat desa.

Kehadiran Vandiko di tengah sawah bersama petani memperlihatkan satu pesan yang ingin dibangun: pembangunan tidak cukup dibicarakan di ruang rapat, tetapi harus hadir langsung di tanah tempat rakyat bekerja dan bertahan hidup. ( bs)

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *