Example floating
Example floating




Berita

Polsek Perdagangan Ringkus Pencuri Dua Sepeda Gunung Senilai Rp44 juta, Aksi Memanjat Tembok Terbongkar

40
×

Polsek Perdagangan Ringkus Pencuri Dua Sepeda Gunung Senilai Rp44 juta, Aksi Memanjat Tembok Terbongkar

Sebarkan artikel ini
Tersangka bersama barang bukti yang diamankan. (Foto: Dok. Humas Polres Simalungun).

 

Simalungun (Sumut), Sinar24Jam.com

Unit Reskrim Polsek Perdagangan berhasil mengamankan seorang tersangka pencuri dua unit sepeda gunung senilai Rp44 juta, Selasa (17/03/2026). Tersangka berinisial Tedy Fradana Purba (26) ditangkap di belakang rumahnya di Jalan Seroja, Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, setelah melancarkan aksi pencurian dengan cara memanjat tembok rumah korban.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba saat dikonfirmasi Rabu (18/03/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB, menjelaskan, keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja keras Unit Reskrim Polsek Perdagangan yang bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Unit Reskrim Polsek Perdagangan telah berhasil mengamankan satu orang tersangka berinisial Tedy Fradana Purba dalam kasus pencurian dua unit sepeda gunung senilai puluhan juta rupiah,” ujar AKP Verry Purba.

Kasus ini bermula saat korban berinisial Kurniawan Andi Wibowo (41 tahun), seorang karyawan swasta yang beralamat di Jalan Tomat, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, mengetahui telah terjadi pencurian dua unit sepeda gunung dari garasi rumahnya pada Sabtu pagi (07/03/2026) sekitar pukul 08.15 WIB.

“Korban mengetahui telah terjadi pencurian dua unit sepeda gunung dari garasi rumahnya di Jalan Rakyat, Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun,” ungkap Kasi Humas.

Sepeda yang dicuri adalah satu unit sepeda gunung warna merah merek Detroit dan satu unit sepeda gunung warna hitam merek Polygon. Total kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai Rp44 juta.

“Dua unit sepeda gunung yang dicuri adalah merek Detroit warna merah dan merek Polygon warna hitam dengan total kerugian ditaksir Rp44 juta,” ujar AKP Verry.

Pada Senin (09/03/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, korban bersama saksi Ade Chandra Panjaitan (46) menemukan satu unit sepeda gunung warna hitam merek Polygon milik korban berada pada seseorang bernama Julianda.

“Dari keterangan Julianda, ia disuruh oleh seseorang bernama Tedi untuk menjualkan sepeda tersebut. Informasi ini menjadi petunjuk penting dalam pengungkapan kasus,” ungkap Kasi Humas.

Pada pukul 23.50 WIB malam yang sama, saksi Ade Chandra Panjaitan mendatangi rumah Tedi di Gang Seroja, Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar. Di rumah tersebut ditemukan satu unit sepeda gunung warna merah merek Detroit milik korban.

“Satu unit sepeda lagi ditemukan di rumah tersangka. Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa Tedi adalah pelaku pencurian,” ujar AKP Verry.

Atas kejadian tersebut, korban merasa keberatan dan dirugikan serta melaporkan peristiwa pidana ke Polsek Perdagangan melalui Laporan Polisi Nomor LP/B/89/III/2026 pada tanggal 12 Maret 2026 agar pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Korban melaporkan kejadian ke Polsek Perdagangan pada 12 Maret 2026. Kapolsek Perdagangan IPTU Patar Banjarnahor, S.H., M.H., langsung mengeluarkan Surat Perintah Tugas dan Surat Perintah Penyelidikan,” ungkap Kasi Humas.

Petugas Polsek Perdagangan melakukan olah TKP dan penyelidikan berdasarkan keterangan saksi-saksi, termasuk Surip (59 tahun), seorang wiraswasta yang tinggal di Gang Buntu Lingkungan X, dan Ade Chandra Panjaitan.

“Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi, pada Selasa 17 Maret 2026 pukul 11.30 WIB, petugas Polsek Perdagangan berhasil mengamankan Tedy Fradana Purba di belakang rumahnya,” ujar AKP Verry.

Tersangka Tedy Fradana Purba (26), yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan beralamat di Perdagangan Seberang, Kelurahan Perdagangan I, saat diinterogasi mengakui perbuatannya.

“Tersangka mengaku bahwa pada Sabtu dini hari, 7 Maret 2026 sekitar pukul 01.30 WIB, ia telah melakukan pencurian dua unit sepeda gunung dari dalam garasi rumah korban,” ungkap Kasi Humas.

Modus operandi yang digunakan tersangka cukup berani. Ia memanjat tembok rumah korban dan masuk ke dalam garasi untuk mengambil sepeda-sepeda tersebut.

“Tersangka menerangkan cara melakukan pencurian dengan memanjat tembok rumah korban, masuk ke garasi, kemudian mengeluarkan sepeda satu per satu dengan cara mengangkat dan menurunkannya dari tembok,” ujar AKP Verry.

Setelah berhasil mengeluarkan kedua sepeda, tersangka membawanya ke rumahnya dengan cara menaiki satu per satu sepeda tersebut dan menyimpannya di dalam rumahnya di Gang Seroja.

“Tersangka menerangkan bahwa ia melakukan pencurian sendirian tanpa bantuan orang lain. Motif pencurian adalah untuk kepentingan ekonomi,” ungkap Kasi Humas.

Kedua unit sepeda gunung yang dicuri telah berhasil diamankan sebagai barang bukti dan akan dikembalikan kepada korban setelah proses hukum selesai.

“Kedua unit sepeda telah diamankan sebagai barang bukti. Tersangka saat ini ditahan di Polsek Perdagangan untuk proses penyidikan lebih lanjut dan akan diproses sampai ke tingkat JPU,” pungkas AKP Verry Purba. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menembus Pagi Danau Toba, Perjalanan Jurnalis dari Samosir ke Pematangsiantar Demi Menghadiri Adat Penghiburan Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan Pelabuhan Simanindo ketika perjalanan menuju Kota Pematangsiantar dimulai dari Kabupaten Samosir, Minggu pagi (17/5/2026). Udara sejuk khas tepian Danau Toba terasa begitu menenangkan. Hamparan air danau yang membiru memantulkan cahaya matahari pagi, menciptakan panorama alam yang memukau sepanjang perjalanan. Staf Redaksi Prestasi Reformasi bersama Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com berangkat dari Samosir menggunakan kapal kayu menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Perjalanan pagi itu terasa begitu teduh. Riak air danau bergerak perlahan diiringi hembusan angin pegunungan yang sejuk, sementara suasana di atas kapal masih dipenuhi ketenangan khas pagi hari. Setibanya di Dermaga Tigaras, suasana pelabuhan masih tampak lengang. Aktivitas penumpang maupun kendaraan belum begitu ramai. Beberapa kapal terlihat bersandar tenang di tepian dermaga, berpadu dengan panorama alam Danau Toba yang memanjakan mata. “Pagi di Tigaras selalu menghadirkan ketenangan tersendiri. Udara yang segar dan panorama danau memberi semangat baru sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar salah seorang rombongan. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua menuju Kota Pematangsiantar dengan tujuan menghadiri acara adat penghiburan keluarga Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com di kawasan Jalan Asahan. Meski menempuh perjalanan cukup panjang dari Samosir, rombongan akhirnya tiba tepat waktu untuk mengikuti prosesi adat terakhir pemberangkatan keluarga yang meninggal dunia. Dalam suasana adat yang penuh haru, turut dilaksanakan prosesi pemberian ulos tudung sebagai bentuk penghormatan dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran rombongan dari Samosir disambut hangat pihak keluarga yang sebelumnya telah berada di lokasi acara. Keluarga mengaku merasa senang dan bersyukur atas kehadiran para kerabat dan sahabat yang datang dari berbagai daerah untuk memberikan dukungan moril di tengah suasana duka. Perjalanan dari tepian Danau Toba menuju Kota Pematangsiantar pagi itu bukan sekadar perjalanan biasa. Di balik indahnya panorama alam yang dilalui, tersimpan nilai kebersamaan, penghormatan adat, dan kuatnya ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga di tengah masyarakat Batak hingga saat ini. ( red)
Berita

Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan…