Pematangsiantar (Sumut), Sinar24jam.com –
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Simalungun bersama Bupati Simalungun dan jajaran Pemerintah Kabupaten Simalungun melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tradisional dan SPBU di Kecamatan Dolok Batu Nanggar.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi tersebut dilakukan sebagai upaya pengawasan dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri Tahun 2026, guna memastikan harga bahan pokok tetap stabil serta ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat tetap aman.
Kanit Tipidter Sat Reskrim Polres Simalungun IPDA Gagas Dewanta, S.Tr.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan sidak dilakukan bersama Bupati Simalungun dan sejumlah instansi terkait.
“Kami turun langsung bersama Bupati dan seluruh instansi terkait untuk memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok terpantau dengan baik. Alhamdulillah, situasi di pasar aman dan kondusif serta stok mencukupi,” ujar IPDA Gagas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Simalungun serta perwakilan dari sejumlah instansi, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Simalungun, Dandim 0207/Simalungun, Kejari Simalungun, perwakilan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Pematangsiantar, BPS Simalungun, Perum Bulog Sub Drive II Pematangsiantar, serta sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun.
Dari hasil pemantauan di Pasar Tradisional Dolok Batu Nanggar, tim mendapati harga sejumlah kebutuhan pokok masih berada dalam kondisi stabil dan relatif terjangkau.
Beberapa komoditas yang dipantau di antaranya beras premium merek Horas dijual sekitar Rp14.200 per kilogram, beras merek Sangkis dan Matahari Rp15.400 per kilogram, serta beras medium SPHP Bulog sekitar Rp13.100 per kilogram.
Harga gula pasir dan gula merah masing-masing tercatat sekitar Rp18.000 per kilogram, sementara garam beryodium dijual Rp10.000 per kilogram.
Untuk komoditas daging dan protein hewani, daging sapi murni dijual sekitar Rp120.000 per kilogram, ayam potong Rp40.000 per kilogram, ayam kampung Rp68.000 per kilogram, serta kambing sekitar Rp90.000 per kilogram. Sementara harga ikan tongkol Rp35.000 per kilogram, lele Rp28.000 per kilogram, dan ikan mas sekitar Rp40.000 per kilogram.
Harga telur juga relatif stabil dengan kisaran telur ayam broiler Rp2.500 per butir, telur ayam kampung Rp3.000 per butir, dan telur bebek sekitar Rp2.800 per butir.
Bumbu dapur seperti cabai rawit dijual sekitar Rp56.000 per kilogram, cabai hijau Rp65.000 per kilogram, cabai merah Rp70.000 per kilogram, bawang merah Rp36.000 per kilogram, serta bawang putih sekitar Rp32.000 per kilogram.
Minyak goreng merek Minyak Kita dijual sekitar Rp17.000 per liter dan minyak goreng curah sekitar Rp18.000 per kilogram. Sementara berbagai jenis sayuran seperti bayam, kangkung, kol, sawi putih hingga kentang juga tersedia dengan harga yang relatif terjangkau.
Selain melakukan pengecekan di pasar, tim juga meninjau SPBU Dolok Batu Nanggar untuk memastikan ketersediaan BBM. Dari hasil pengecekan, stok BBM dinyatakan aman dan tidak ditemukan indikasi kelangkaan maupun antrean panjang.
Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Herison Manulang, SH melalui IPDA Gagas Dewanta menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan secara berkala menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik dan tidak melakukan panic buying. Stok bahan pokok tersedia cukup dan harga masih terkendali. Belilah sesuai kebutuhan, jangan berlebihan,” pungkasnya.
Kegiatan sidak tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Seluruh instansi yang terlibat berkomitmen untuk terus memantau pergerakan harga serta distribusi kebutuhan pokok hingga Hari Raya Idul Fitri guna memastikan masyarakat dapat merayakan lebaran dengan tenang. (*)















