Example floating
Example floating




Berita

Polsek Siantar Utara Selesaikan Dugaan Pencurian HP dengan Mediasi

56
×

Polsek Siantar Utara Selesaikan Dugaan Pencurian HP dengan Mediasi

Sebarkan artikel ini
Personel Polsek Siantar Utara melakukan mediasi antara kedua belah pihak terkait dugaan pencurian handphone hingga berakhir dengan kesepakatan damai secara kekeluargaan. (Dok.foto : Humas Polres Pematangsiantar).

Pematangsiantar, Sinar24jam.com –

Polsek Siantar Utara Polres Pematangsiantar melalui piket Pawas Kanit Intelkam IPDA Rudi Nasution, SH bersama SPKT menyelesaikan dugaan tindak pidana pencurian handphone (HP) dengan cara mediasi antara kedua belah pihak.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Patuan Nagari Kelurahan Sukadame Kecamatan Siantar Utara Kota Pematangsiantar tepatnya di depan Indomaret, pada Sabtu (08/03/2026).

Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak, SH., SIK., MH melalui Kapolsek Siantar Utara AKP Jahrona Sinaga, SH mengatakan dugaan pencurian HP itu terjadi pada pagi hari sekira pukul 09.00 WIB yang diduga dilakukan pihak pertama berinisial MRN (25), warga Kelurahan Baru Kecamatan Siantar Utara terhadap pihak kedua berinisial LKP (16), warga Kelurahan Bane Kecamatan Siantar Utara.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, piket Pawas Kanit Intelkam IPDA Rudi Nasution bersama SPKT langsung merespon cepat dengan melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak yang didampingi keluarga di Mako Polsek Siantar Utara.

Hasil dari mediasi tersebut, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dengan beberapa poin kesepakatan yang dituangkan dalam surat pernyataan bermaterai. Salah satu poinnya yakni pihak kedua tidak melakukan tuntutan hukum atas kejadian yang dialami masing-masing.

“Kedua belah pihak sudah berdamai dan membuat surat pernyataan bermaterai,” pungkas AKP Jahrona.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menembus Pagi Danau Toba, Perjalanan Jurnalis dari Samosir ke Pematangsiantar Demi Menghadiri Adat Penghiburan Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan Pelabuhan Simanindo ketika perjalanan menuju Kota Pematangsiantar dimulai dari Kabupaten Samosir, Minggu pagi (17/5/2026). Udara sejuk khas tepian Danau Toba terasa begitu menenangkan. Hamparan air danau yang membiru memantulkan cahaya matahari pagi, menciptakan panorama alam yang memukau sepanjang perjalanan. Staf Redaksi Prestasi Reformasi bersama Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com berangkat dari Samosir menggunakan kapal kayu menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Perjalanan pagi itu terasa begitu teduh. Riak air danau bergerak perlahan diiringi hembusan angin pegunungan yang sejuk, sementara suasana di atas kapal masih dipenuhi ketenangan khas pagi hari. Setibanya di Dermaga Tigaras, suasana pelabuhan masih tampak lengang. Aktivitas penumpang maupun kendaraan belum begitu ramai. Beberapa kapal terlihat bersandar tenang di tepian dermaga, berpadu dengan panorama alam Danau Toba yang memanjakan mata. “Pagi di Tigaras selalu menghadirkan ketenangan tersendiri. Udara yang segar dan panorama danau memberi semangat baru sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar salah seorang rombongan. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua menuju Kota Pematangsiantar dengan tujuan menghadiri acara adat penghiburan keluarga Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com di kawasan Jalan Asahan. Meski menempuh perjalanan cukup panjang dari Samosir, rombongan akhirnya tiba tepat waktu untuk mengikuti prosesi adat terakhir pemberangkatan keluarga yang meninggal dunia. Dalam suasana adat yang penuh haru, turut dilaksanakan prosesi pemberian ulos tudung sebagai bentuk penghormatan dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran rombongan dari Samosir disambut hangat pihak keluarga yang sebelumnya telah berada di lokasi acara. Keluarga mengaku merasa senang dan bersyukur atas kehadiran para kerabat dan sahabat yang datang dari berbagai daerah untuk memberikan dukungan moril di tengah suasana duka. Perjalanan dari tepian Danau Toba menuju Kota Pematangsiantar pagi itu bukan sekadar perjalanan biasa. Di balik indahnya panorama alam yang dilalui, tersimpan nilai kebersamaan, penghormatan adat, dan kuatnya ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga di tengah masyarakat Batak hingga saat ini. ( red)
Berita

Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan…