Example floating
Example floating




Berita

Dr. Maruli Siahaan Melayat ke Rumah Duka Aiptu (P) Robert Panjaitan

92
×

Dr. Maruli Siahaan Melayat ke Rumah Duka Aiptu (P) Robert Panjaitan

Sebarkan artikel ini
Dr. Maruli Siahaan melayat ke rumah duka almarhum Aiptu (P) Robert Panjaitan serta menyampaikan kata penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. (Dok-Foto : Tim Maruli Siahaan).

Medan, Sinar24Jam.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi XIII Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, Kombes Pol (Purn) Dr. Maruli Siahaan, SH., MH., melakukan kunjungan sosial (melayat) ke rumah duka almarhum Aiptu (P) Robert Panjaitan, Sabtu (7/3/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk ungkapan belasungkawa atas berpulangnya almarhum Aiptu (P) Robert Panjaitan yang meninggal dunia pada usia 66 tahun. Almarhum diketahui merupakan suami dari Agustina Br. Siagian.

Rumah duka berada di Jalan Magersari Perintis, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Maruli Siahaan menyampaikan secara langsung rasa turut berdukacita yang mendalam kepada keluarga besar yang ditinggalkan. Ia juga memberikan kata-kata penghiburan serta mengajak keluarga agar tetap tabah dan berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Kiranya keluarga yang ditinggalkan tetap kuat dan tabah menghadapi masa dukacita ini, serta senantiasa berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan keyakinan bahwa selalu ada rencana indah di balik setiap peristiwa yang terjadi,” ujar Dr. Maruli Siahaan.

Sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada keluarga almarhum, Dr. Maruli Siahaan juga memberikan bantuan berupa fasilitas mobil ambulans untuk mengantar jenazah menuju kampung halaman di Sitorang, Kabupaten Toba, guna proses pemakaman.

Kunjungan ini menjadi wujud perhatian dan kepedulian sosial Dr. Maruli Siahaan kepada masyarakat, khususnya kepada keluarga besar purnawirawan dan anggota kepolisian, serta sebagai bentuk solidaritas di tengah masa dukacita.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menembus Pagi Danau Toba, Perjalanan Jurnalis dari Samosir ke Pematangsiantar Demi Menghadiri Adat Penghiburan Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan Pelabuhan Simanindo ketika perjalanan menuju Kota Pematangsiantar dimulai dari Kabupaten Samosir, Minggu pagi (17/5/2026). Udara sejuk khas tepian Danau Toba terasa begitu menenangkan. Hamparan air danau yang membiru memantulkan cahaya matahari pagi, menciptakan panorama alam yang memukau sepanjang perjalanan. Staf Redaksi Prestasi Reformasi bersama Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com berangkat dari Samosir menggunakan kapal kayu menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Perjalanan pagi itu terasa begitu teduh. Riak air danau bergerak perlahan diiringi hembusan angin pegunungan yang sejuk, sementara suasana di atas kapal masih dipenuhi ketenangan khas pagi hari. Setibanya di Dermaga Tigaras, suasana pelabuhan masih tampak lengang. Aktivitas penumpang maupun kendaraan belum begitu ramai. Beberapa kapal terlihat bersandar tenang di tepian dermaga, berpadu dengan panorama alam Danau Toba yang memanjakan mata. “Pagi di Tigaras selalu menghadirkan ketenangan tersendiri. Udara yang segar dan panorama danau memberi semangat baru sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar salah seorang rombongan. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua menuju Kota Pematangsiantar dengan tujuan menghadiri acara adat penghiburan keluarga Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com di kawasan Jalan Asahan. Meski menempuh perjalanan cukup panjang dari Samosir, rombongan akhirnya tiba tepat waktu untuk mengikuti prosesi adat terakhir pemberangkatan keluarga yang meninggal dunia. Dalam suasana adat yang penuh haru, turut dilaksanakan prosesi pemberian ulos tudung sebagai bentuk penghormatan dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran rombongan dari Samosir disambut hangat pihak keluarga yang sebelumnya telah berada di lokasi acara. Keluarga mengaku merasa senang dan bersyukur atas kehadiran para kerabat dan sahabat yang datang dari berbagai daerah untuk memberikan dukungan moril di tengah suasana duka. Perjalanan dari tepian Danau Toba menuju Kota Pematangsiantar pagi itu bukan sekadar perjalanan biasa. Di balik indahnya panorama alam yang dilalui, tersimpan nilai kebersamaan, penghormatan adat, dan kuatnya ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga di tengah masyarakat Batak hingga saat ini. ( red)
Berita

Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan…