Example floating
Example floating




Berita

Maruli Siahaan Hadiri Opening Worship Asia Regional Assembly (AsRA) 2026 di HKBP Pardamean Medan

92
×

Maruli Siahaan Hadiri Opening Worship Asia Regional Assembly (AsRA) 2026 di HKBP Pardamean Medan

Sebarkan artikel ini
Dr. Maruli Siahaan bersama para delegasi Asia Regional Assembly (AsRA) 2026 usai Opening Worship di Gereja HKBP Ressort Pardamean, Medan. (Dok.foto : Tim Maruli Siahaan).

Medan, Minggu, 08 Februari 2026 —

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi XIII Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua Panitia Asia Regional Assembly (AsRA) 2026, Kombes Pol (Purn) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., menghadiri Opening Worship AsRA 2026 United Evangelical Mission (UEM) Asia yang digelar di HKBP Ressort Pardamean, Distrik X Medan–Aceh, Jalan Taduan No. 94, Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

Rangkaian pembukaan AsRA 2026 diawali dengan ibadah pembukaan yang berlangsung khidmat dan penuh penghayatan. Ibadah dipimpin oleh Ompui Emeritus Pdt. Dr. Robinson Butarbutar dan menjadi fondasi rohani bagi seluruh rangkaian kegiatan AsRA 2026. Ibadah pembukaan ini menegaskan bahwa pertemuan regional gereja-gereja Asia tersebut berakar kuat pada spiritualitas iman, doa, dan persekutuan gereja.

Suasana ibadah berlangsung sakral, memadukan nuansa spiritual dan kebangsaan. Dari dalam rumah ibadah HKBP Pardamean, pesan-pesan yang disampaikan tidak hanya bernuansa teologis, tetapi juga menggugah kesadaran sosial dan kemanusiaan. Tema AsRA 2026, “The Beam in Our Eye: Discrimination in Church and Diaconia”, digaungkan sebagai panggilan moral bagi gereja-gereja di Asia untuk berani bercermin, mengakui keterbatasan, serta melakukan pembaruan diri secara jujur dan berani.

Dalam sambutannya, Maruli Siahaan menegaskan bahwa Asia Regional Assembly bukan sekadar agenda organisatoris dua tahunan, melainkan perjumpaan iman lintas bangsa, lintas budaya, dan lintas gereja. Menurutnya, AsRA menjadi ruang bersama untuk mendengarkan suara gereja-gereja Asia, menyatukan nurani, serta merumuskan arah pelayanan yang relevan di tengah dunia yang sedang bergulat dengan konflik, ketimpangan sosial, dan krisis kemanusiaan.

“Tema ini mengajak kita melihat ke dalam diri kita sendiri. Gereja dipanggil untuk jujur mengakui bahwa praktik diskriminasi masih bisa hadir, bahkan dalam pelayanan yang kita anggap benar. Hanya dengan keberanian untuk bercermin, gereja dapat menjadi tanda kasih Allah yang membebaskan,” ujar Maruli di hadapan para delegasi.

Dengan nada yang mengalir puitis namun tegas, Maruli menyerukan agar gereja tidak bersikap netral terhadap ketidakadilan, kekerasan, dan diskriminasi atas dasar suku, agama, gender, maupun status sosial. Gereja, menurutnya, harus berdiri di garda moral, bersuara bagi mereka yang terpinggirkan, serta menghadirkan pelayanan diakonia yang tidak berhenti pada belas kasih karitatif, tetapi bergerak menuju advokasi dan pemberdayaan yang memulihkan martabat manusia.

Sebagai Anggota DPR RI, Maruli juga menempatkan pesan pembukaan ini dalam bingkai kebangsaan. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan solidaritas yang diperjuangkan gereja sejalan dengan cita-cita luhur bangsa Indonesia serta semangat konstitusi dalam menjunjung tinggi martabat manusia tanpa diskriminasi.

Opening Worship AsRA 2026 ini turut dihadiri oleh para pimpinan United Evangelical Mission (UEM), delegasi gereja-gereja anggota UEM dari berbagai negara Asia, serta para pelayan dan undangan. Dari tubuh HKBP, hadir sejumlah pimpinan gereja, di antaranya Kepala Departemen Koinonia HKBP Pdt. Dr. Deonal Sinaga serta Kepala Departemen Marturia HKBP Pdt. Bernard Manik, M.Th.

Menutup sambutannya, Maruli Siahaan menyampaikan harapan agar AsRA 2026 melahirkan komitmen bersama yang nyata—bahwa gereja-gereja di Asia tidak berjalan sendiri, melainkan saling menopang dalam persekutuan, memperjuangkan perdamaian, serta menegakkan keadilan dengan keberanian moral dan kerendahan hati.

Dari mimbar Gereja HKBP Pardamean, pesan itu bergema kuat: gereja dipanggil bukan hanya untuk berdoa, tetapi juga untuk bertindak; bukan hanya untuk berkhotbah, tetapi juga untuk berdiri bersama mereka yang lemah. Sebuah pembukaan yang menegaskan bahwa iman, ketika bertemu keberanian dan kasih, dapat menjadi cahaya pengharapan bagi Asia.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *