Example floating
Example floating




Berita

Forkopimda Toba Besuk Pelajar Korban MBG, Pemerintah Pastikan Biaya Pengobatan Ditanggung Penuh

58
×

Forkopimda Toba Besuk Pelajar Korban MBG, Pemerintah Pastikan Biaya Pengobatan Ditanggung Penuh

Sebarkan artikel ini

Toba, Sinar24jam.com — Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Toba setelah puluhan pelajar SMP Negeri 1 Laguboti mengalami gangguan pencernaan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah mereka. Akibat kejadian itu, Puskesmas Laguboti dipenuhi siswa dengan gejala mual, muntah, pusing, dan lemas, bahkan sebagian harus dilarikan ke RS HKBP Balige dan RSUD Porsea untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Kamis pagi (16/10/2025), jajaran Forkopimda Kabupaten Toba langsung turun tangan. Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus bersama Dandim 0210/TU Letkol Kav. Ronald Tampubolon, Kapolres Toba AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga, Staf Ahli PKK Ny. Riama Audi Murphy Sitorus, dan Ketua Bhayangkari Cabang Toba Ny. Mira Vije Parapaga, serta sejumlah pimpinan OPD, menjenguk para pelajar yang masih dirawat di dua rumah sakit tersebut.

Dalam kunjungan itu, Wakil Bupati terlihat berbincang langsung dengan beberapa siswa yang masih diinfus. “Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Di RS HKBP Balige ada 15 yang dirawat, terdiri dari 14 siswa dan 1 petugas SPPG. Kondisi mereka sudah mulai stabil dan sebagian sudah ingin pulang,” ungkap Audi Murphy kepada wartawan.

Ia menegaskan, pemerintah daerah telah menutup sementara dapur penyedia makanan sambil menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan yang dikirim ke Medan. “Kemarin malam kami sudah memanggil pengelola SPPG dan perwakilan BGN. Semua proses distribusi makanan dihentikan sementara sampai hasil pemeriksaan keluar,” ujarnya.

Wakil Bupati juga mengingatkan agar seluruh dapur penyedia MBG mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. “Mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, hingga pencucian ompreng harus sesuai SOP. Ada 47 orang tenaga dapur dan 3 dari BGN, termasuk ahli gizi. Mereka sebenarnya kompeten, tapi tetap harus ada evaluasi menyeluruh,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba, dr. Freddy Sibarani, memastikan bahwa seluruh biaya perawatan ditanggung oleh pihak yayasan pengelola SPPG, terutama bagi pelajar yang belum terdaftar di BPJS Kesehatan.

“Pemilik yayasan SPPG akan bertanggung jawab penuh terhadap biaya pengobatan anak-anak yang menjadi korban,” tegas dr. Freddy.

Data dari Dinas Kesehatan mencatat, total 96 pelajar mengalami gejala gangguan kesehatan usai menyantap MBG pada Rabu (15/10/2025).

  • RS HKBP Balige: 24 kasus (9 pulang, 15 rawat inap)
  • RSUD Porsea: 33 kasus (22 pulang, 11 rawat inap)
  • Puskesmas Laguboti: 39 kasus (35 pulang, 4 observasi)

Meski sebagian besar siswa sudah pulih, pemerintah daerah berjanji akan menindaklanjuti kasus ini secara serius agar kejadian serupa tidak terulang. “Program Makanan Bergizi Gratis sangat baik untuk anak-anak kita, tapi keselamatan mereka jauh lebih utama,” tutup Wakil Bupati Audi Murphy.

Pantauan di lapangan, para orang tua tampak lega setelah mendengar kondisi anak-anak mulai membaik dan adanya jaminan biaya pengobatan dari pemerintah.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *