Example floating
Example floating




Berita

BUMDes Berkarya Desa Paraduan Kembangkan Peternakan Ayam Bertelur, Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

41
×

BUMDes Berkarya Desa Paraduan Kembangkan Peternakan Ayam Bertelur, Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini

Samosir, Sinar24jam.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkarya Desa Paraduan, Kecamatan Ronggur Nihuta, Kabupaten Samosir, terus berinovasi dalam mendukung program pemerintah pusat di bidang pemberdayaan ekonomi desa. Salah satu langkah strategis yang kini dijalankan adalah pengembangan usaha peternakan ayam bertelur, yang diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Direktur BUMDes Berkarya, Pak Gurning, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan pengelolaan sumber daya lokal yang produktif.

“Sebagai direktur, saya berkomitmen untuk menata dan mengembangkan usaha ini dengan serius agar dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ujarnya di lokasi peternakan, Kamis (16/10/2025).

Usaha peternakan ayam bertelur tersebut didukung modal dari pemerintah desa sebesar 20 persen dari total anggaran, yakni sekitar Rp 212 juta. Peternakan berdiri di atas lahan kontrak dengan biaya sewa Rp 1 juta per tahun untuk masa 10 tahun. Saat ini, BUMDes Berkarya telah memelihara 604 ekor ayam di kandang yang mulai dibangun sejak Juni 2025.

Bibit ayam mulai masuk awal Oktober dan kini telah berumur sekitar 80 hari. Berdasarkan perhitungan teknis, ayam-ayam tersebut akan mulai bertelur pada awal Desember 2025. Selain untuk pembangunan kandang, modal usaha juga digunakan untuk pembelian bibit unggul, pakan ternak, serta biaya operasional harian.

Dalam pengelolaannya, BUMDes Berkarya menerapkan sistem peternakan modern dan ramah lingkungan.

“Kandang dibuat dengan dinding jaring-jaring agar sirkulasi udara lancar. Kami juga memutar musik agar ayam lebih tenang dan tidak kaget oleh suara mendadak. Sementara limbah kotoran ayam akan diolah menjadi kompos untuk mendukung kelestarian lingkungan,” jelas Gurning.

Dua pekerja lokal dilibatkan secara aktif dalam kegiatan operasional harian, mulai dari pemberian pakan hingga pemeliharaan kandang. Langkah ini tidak hanya memperkuat sektor ekonomi desa, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.

Ke depan, BUMDes Berkarya menargetkan agar usaha ini dapat menjadi penyedia utama telur ayam di wilayah Samosir, bahkan berpotensi memperluas pasar hingga tingkat regional.

“Kami berharap pemerintah pusat dan daerah terus memberikan dukungan agar usaha ini bisa berkembang dan menjadi contoh nyata keberhasilan pemberdayaan ekonomi desa,” pungkas Gurning.

Inisiatif BUMDes Berkarya ini menjadi bukti bahwa optimalisasi potensi lokal dapat menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat desa. Jika mendapat pendampingan dan perhatian berkelanjutan, model seperti ini berpeluang menjadi role model usaha produktif desa lainnya di seluruh Indonesia.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *