Example floating
Example floating




Berita

Pertemuan Kemitraan Jurnalis dan Kepala Desa di Samosir Ditunda: Camat Pangururan Dorong Sinergi Menuju Transparansi Desa

37
×

Pertemuan Kemitraan Jurnalis dan Kepala Desa di Samosir Ditunda: Camat Pangururan Dorong Sinergi Menuju Transparansi Desa

Sebarkan artikel ini

Samosir, Sinar24jam.com
Rencana pertemuan antara para jurnalis dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) dari sembilan kecamatan se-Kabupaten Samosir yang dijadwalkan Jumat (9/10/2025), resmi ditunda.
Pertemuan yang digagas Camat Pangururan Robintang Naibaho bersama Tim Jurnalis Peduli Lingkungan ini semula bertujuan membangun kemitraan strategis antara media dan pemerintah desa demi mewujudkan tata kelola informasi yang transparan.

Gagasan Awal dari Diskusi Santai

Inisiatif kemitraan ini lahir dari obrolan santai sebulan lalu antara Camat Pangururan dan sejumlah wartawan. Dalam diskusi tersebut, muncul keresahan beberapa kepala desa yang merasa “tidak nyaman” dengan pola kunjungan wartawan yang dinilai belum terkoordinasi.

“Dari perbincangan itu, kami menyadari pentingnya membangun komunikasi yang sehat antara kepala desa dan jurnalis. Tujuannya bukan membatasi ruang pers, tetapi menciptakan saling pengertian dan kepercayaan,” ujar Robintang Naibaho di Kantor Camat Pangururan.

Minim Kehadiran Jadi Penghambat

Sayangnya, pertemuan yang diharapkan menjadi momentum awal sinergi tersebut urung digelar karena minimnya kehadiran kepala desa dan pengurus Apdesi.
Banyak kepala desa berhalangan hadir dengan alasan kegiatan keluarga dan adat, sementara Ketua dan Sekretaris Apdesi Samosir juga tidak tampak di lokasi.

“Informasi belum tersampaikan secara merata. Beberapa kepala desa yang sempat hadir pun memilih menunggu jadwal baru karena situasi yang belum kondusif,” jelas Robintang.

Usulan Zona Liputan dan Etika Kemitraan

Meski rapat formal batal, diskusi ringan tetap berlangsung antara beberapa jurnalis dan kepala desa yang hadir. Salah satu usulan menarik muncul: pembentukan zona liputan untuk membagi wilayah kerja media agar peliputan lebih terarah dan tidak tumpang tindih.

Menanggapi usulan itu, wartawan senior Hotman Siagian menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara fungsi kontrol sosial pers dan kenyamanan pemerintah desa.
“Jurnalis bukan datang untuk menghakimi, tapi menyampaikan informasi yang benar dan membangun. Dengan sinergi yang baik, masyarakat justru lebih tercerahkan,” ujarnya.

Dukungan Pemerintah Daerah

Hotman juga mengingatkan agar program kemitraan ini dikonsultasikan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Samosir, agar dapat berjalan secara resmi dan berkelanjutan. Ia menyinggung pula pernyataan Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidabutar, yang sebelumnya menekankan bahwa jurnalis adalah mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi publik yang kredibel.

“Rilis pemerintah penting, tapi bukan pengganti kerja jurnalistik. Pemerintah harus menghargai karya wartawan yang bekerja langsung di lapangan,” tegasnya.

Langkah Lanjut: Pertemuan Akan Dijadwal Ulang

Meski pertemuan belum berjalan maksimal, Camat Robintang memastikan upaya membangun kemitraan tidak akan berhenti. Ia akan merekomendasikan kepada Apdesi Kabupaten agar menjadwalkan ulang pertemuan dengan persiapan lebih matang dan koordinasi lebih luas.

Jurnalis Boris Situmorang turut menegaskan dukungannya terhadap pemerintah desa:

“Kami hadir untuk mendukung, bukan menjatuhkan. Dengan prinsip: dekat tapi tak bersentuhan, jauh tapi tak berjarak, kami ingin membangun komunikasi yang sehat antara desa dan media,” ujarnya.

Langkah membangun kemitraan antara pemerintah desa dan media adalah wujud nyata menuju keterbukaan informasi publik dan transparansi pembangunan.
Sinergi ini diharapkan bukan sekadar wacana, melainkan menjadi budaya komunikasi baru yang mengedepankan kepercayaan dan profesionalisme antara dua pilar penting pembangunan daerah: pemerintah dan pers.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *