HUMBAHAS, Sinar24jam.com – Dalam upaya menjaga kerukunan dan mencegah potensi konflik sosial berbasis agama, Polres Humbang Hasundutan menggelar pertemuan silaturahmi dan dialog terbuka bersama para tokoh lintas agama, adat, dan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Doloksanggul ini menjadi langkah konkret kepolisian dalam meneguhkan komitmen menolak segala bentuk intoleransi.
Kapolres Humbahas, AKBP Arthur Sameaputty, S.I.K., memimpin langsung kegiatan yang turut dihadiri Kasat Intelkam IPTU Jaspis Simanjuntak serta perwakilan dari Kesbangpol Pemkab Humbahas, A. Sitorus. Turut hadir sejumlah tokoh penting dari berbagai latar belakang keagamaan dan kelembagaan adat.
“Kami ingin memastikan seluruh pemeluk agama di Humbahas merasa aman dan nyaman dalam beribadah. Tidak ada tempat bagi intoleransi di kabupaten ini,” tegas Kapolres dalam sambutannya.
Tokoh Lintas Agama Sampaikan Komitmen Damai
Pertemuan ini disambut hangat oleh para pemuka agama yang hadir, antara lain:
- Pdt. Robinsarhot Lomban Gaol (Praeses HKBP Distrik III Humbang)
- Pdt. Jhon Albert Saragih, M.Th (Bishop GKLI)
- Pastor Etus (Pastor Paroki Doloksanggul)
- Pdt. Goodman Tampubolon (Praeses GKI)
- Pdt. Marbun (Ketua PGPI)
- Pdt. Hutahaean (Korwil 9 GKPI)
- Tokoh LADN Humbahas
- Perwakilan BIN dan Intel Kodim 0210/TU
Dalam sesi dialog, para tokoh menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Humbahas. Mereka juga menyampaikan imbauan kepada umat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu intoleran yang bisa memecah persatuan.
“Pemimpin gereja harus memberi pemahaman kepada jemaat agar tidak mudah terpancing isu provokatif, seperti yang terjadi di beberapa wilayah luar,” ujar Pdt. Robinsarhot Lomban Gaol.
Bishop GKLI, Pdt. Jhon A. Saragih, mengingatkan pentingnya menjunjung nilai kasih dan toleransi, sementara Pastor Etus dari Gereja Katolik Paroki Doloksanggul menegaskan dukungannya untuk menyampaikan pesan damai kepada umat Katolik di wilayah tersebut.
Pemerintah Daerah Dukung Langkah Polres
Kaban Kesbangpol Humbahas, Fery J. Sitorus, menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh langkah-langkah strategis Polres dalam meredam isu intoleransi.
“Kami siap bersinergi agar isu-isu nasional yang bisa memicu konflik tidak berdampak ke wilayah kita. Kerja sama lintas sektor seperti ini sangat penting,” ucapnya.
Tokoh adat dari LADN Humbahas menambahkan bahwa sinergi antara tokoh agama, masyarakat, dan aparat keamanan harus terus ditingkatkan, termasuk lewat forum informal seperti coffee morning.
Menjaga Kerukunan dalam Bingkai Kebhinekaan
Kegiatan ini ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama, membangun komunikasi yang sehat, serta mendorong masyarakat untuk mengedepankan semangat toleransi di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Dengan forum seperti ini, Polres Humbahas menunjukkan bahwa pendekatan dialogis dan kolaboratif adalah kunci menciptakan ketentraman dan stabilitas sosial.















