Example floating
Example floating




Berita

Anggota IPK Pahae Jahe Diduga Dianiaya: Keributan di Kafe Berujung Pengeroyokan dan Pengrusakan

26
×

Anggota IPK Pahae Jahe Diduga Dianiaya: Keributan di Kafe Berujung Pengeroyokan dan Pengrusakan

Sebarkan artikel ini

Taput, Sinar24Jam.com –

Seorang anggota organisasi Pemuda Ikatan Karya (IPK) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pahae Jahe, bernama Daniel Sitompul, menjadi korban dugaan pengeroyokan dan penganiayaan yang terjadi pada Sabtu dini hari, 14 Juni 2025, sekitar pukul 01.30 WIB. Kejadian tersebut berlangsung di salah satu kafe yang berada di wilayah Pahae Jahe, Tapanuli Utara, dan kini menjadi perhatian berbagai pihak.

Menurut informasi yang dihimpun, insiden berawal ketika Daniel Sitompul bersama dua rekannya, M. Silaban dan SP Gultom, mengunjungi kafe tersebut. Setelah tiba, M. Silaban dan SP Gultom masuk ke dalam kafe, sementara Daniel Sitompul menunggu di luar. Tak lama kemudian, diduga terjadi cekcok antara kedua rekan Daniel dengan seorang pengunjung kafe bernama Andre Hutapea, yang kala itu bersama satu orang temannya.

Usai adu mulut tersebut, Andre Hutapea sempat meninggalkan lokasi dengan sepeda motor. Sementara itu, M. Silaban dan SP Gultom keluar dari kafe dan langsung pulang menggunakan mobil, meninggalkan Daniel Sitompul yang masih berada di sekitar area kafe.

Tak berselang lama, Andre Hutapea bersama rekannya kembali mendatangi lokasi kafe. Diduga keduanya datang dengan membawa senjata tajam berupa kampak dan parang jenis glewang, dan langsung menyerang Daniel Sitompul. Korban disebut mengalami luka akibat pukulan senjata tajam di bagian kepala, leher, dan bahu.

Dalam kondisi terluka, Daniel Sitompul berusaha menyelamatkan diri dan berlari ke rumah warga terdekat untuk mencari perlindungan. Setelah aman, ia menghubungi M. Silaban dan SP Gultom agar kembali menjemputnya. Namun saat keduanya tiba, Andre Hutapea kembali melakukan penyerangan dan diduga turut merusak kendaraan milik SP Gultom, yaitu mobil Honda Jazz.

Keterangan saksi bernama R. Siagian, yang berada di lokasi saat kejadian, menguatkan bahwa terjadi aksi perusakan mobil. R. Siagian kemudian diminta oleh SP Gultom dan M. Silaban untuk membantu mengejar pelaku menggunakan mobil L300 ke arah Desa Purba Tua, namun pelaku tidak berhasil ditemukan.

Setelah itu, Daniel Sitompul segera dibawa ke puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan medis atas luka yang dideritanya. SP Gultom, yang diketahui merupakan Ketua PAC IPK Pahae Jahe, kemudian menghubungi beberapa pengurus DPD IPK untuk melakukan upaya mediasi.

Mereka sempat mendatangi kediaman Andre Hutapea dengan maksud menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan meminta pertanggungjawaban atas dugaan pengeroyokan dan pengrusakan. Namun, saat tiba di lokasi, Andre tidak berada di tempat.

Situasi semakin memanas saat sejumlah rekan Daniel Sitompul berkumpul di kediaman SP Gultom, menyatakan ketidakterimaan atas penganiayaan yang dialami rekannya. Mereka kemudian turut mendatangi lokasi Andre Hutapea, kali ini didampingi oleh DPD IPK untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Namun sayangnya, sesampainya di Desa Purba Tua, seorang perempuan yang diduga kerabat Andre Hutapea melakukan perekaman video dan menyebarkan narasi bahwa rombongan IPK datang untuk membuat keributan. Padahal, berdasarkan penelusuran di lapangan, tujuan kedatangan mereka adalah untuk mediasi dan meminta pertanggungjawaban secara damai.

 

pihak IPK melalui Ketua PAC Pahae Jahe, SP Gultom, berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kasus ini secara objektif dan profesional.

“Kami tidak ingin ada keributan. Kami hanya ingin keadilan bagi saudara kami yang menjadi korban. Kami juga meminta pihak berwenang menyelidiki perusakan mobil milik anggota kami,” ujar SP Gultom saat dikonfirmasi

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *