Humbahas, Sinar24jam.com —
Sebanyak 250 warga Desa Janji Nagodang, Kecamatan Onanganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan, menghadiri sosialisasi pemanfaatan lahan bertumbuh kayu secara alami, Kamis (12/6/2025). Kegiatan ini digelar oleh warga bersama pemegang izin Pengusahaan Hak Atas Tanah (PHAT), dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Humbahas.
Sosialisasi diawali dengan doa dan dilanjutkan sambutan dari sejumlah tokoh penting, termasuk Kepala Desa Ramles Lumbangaol, Ketua Kelompok Tani Holtikultura Jainal Lumbangaol, Ketua BPD Jorotua Jakobus Simamora, dan Camat Onanganjang Posma Manullang.
Dalam sambutannya, Ramles Lumbangaol menyampaikan keprihatinan atas kondisi ekonomi warga yang stagnan, meski desa memiliki lahan luas dan subur.
“Selama ini kita sudah memberikan lahan kepada pihak TPL, tapi kondisi ekonomi kita tetap tidak berubah. Oleh karena itu, saya sangat mendukung kesepakatan baru ini: mengelola tanah desa menjadi lahan perkebunan holtikultura,” ujar Ramles.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat telah memberi kuasa kepada pemegang PHAT untuk membuka lahan seluas sekitar 25 hektare yang sebelumnya ditumbuhi kayu secara alami. Lahan ini akan dikelola oleh kelompok tani yang telah dibentuk bersama.
Camat Onanganjang, Posma Manullang, mengingatkan agar proses pemanfaatan lahan dilakukan secara tertib dan tidak menimbulkan konflik antarwarga.
“Jangan ada yang saling klaim. Mari kita jaga agar kegiatan pembukaan jalan usaha tani dan penanaman bibit bisa berjalan lancar. Semua harus sepakat dan saling mendukung,” tegas Camat.
Posma juga mengingatkan pentingnya pengukuran lahan dan pembuatan batas-batas sebelum penanaman agar tidak terjadi sengketa. Ia menegaskan kegiatan ini harus sesuai hukum, serta meminta agar segera dibuat berita acara dan perjanjian tertulis antara warga dan pengembang.
Sementara itu, Tarida Lumbangaol—pemegang kuasa PHAT yang akrab disapa Kabut—menyatakan kesiapan pihaknya memfasilitasi pengelolaan lahan menjadi kebun durian, petai, avokad, dan tanaman holtikultura lainnya.
“Kami akan buat akta notaris sesuai SKPT dari kepala desa. Jalan selebar 6 meter akan dibuka menuju lokasi, agar petani mudah membawa hasil panen,” jelas Tarida.
Ia juga memastikan bahwa pengadaan bibit dan pupuk akan menjadi tanggung jawab pihak pengembang, bekerja sama langsung dengan para pemilik lahan.
Acara ditutup dengan makan bersama, di mana warga menikmati sajian daging lembu seberat 120 kg yang disediakan oleh pihak pengembang, sebagai bentuk kebersamaan dan komitmen kerja sama.
Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari Polsek Onanganjang, yakni Bripka Chandra Simanjuntak dan Brigadir Anri Manullang. Undangan juga telah disampaikan kepada Bupati Humbahas Dr. Oloan P. Nababan, Danramil Onanganjang, serta Dinas terkait. Namun, beberapa pejabat berhalangan hadir karena rapat mendadak di kantor bupati.
Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal perubahan ekonomi warga melalui pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat.















