Example floating
Example floating




Berita

Polemik Penempatan Guru P3K, Kacabdis Wilayah IX Dolok Sanggul: “Ronal Nababan, Jangan Asal Sebar Informasi” 

40
×

Polemik Penempatan Guru P3K, Kacabdis Wilayah IX Dolok Sanggul: “Ronal Nababan, Jangan Asal Sebar Informasi” 

Sebarkan artikel ini

Humbahas, Sinar24jam.com –

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Dolok Sanggul, Alfred H. Silalahi, memberikan klarifikasi terkait informasi simpang siur yang tersebar di media sosial mengenai status penempatan seorang guru P3K berinisial (NLS). Rabu (9/4/2025)

Ia menegaskan bahwa informasi yang dipublikasikan oleh akun Facebook atas nama Ronal Nababan tidak akurat dan terkesan menyesatkan publik.

Dalam unggahan tersebut, Ronal Nababan mengklaim bahwa (NLS)yang ditempatkan di SMA Negeri 3 Lintong Nihuta tidak pernah masuk ke sekolah tersebut. Namun, menurut Alfred, (NLS) justru aktif menjalankan tugas di SLB  Negeri Dolok Sanggul sesuai surat tugas resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Nomor: 800.1.3.1/7508/Subbag Umum/IX/2024 tertanggal 2 September 2024.

“(NLS) ditugaskan secara resmi di SLB Negeri Dolok Sanggul karena latar belakang dan kompetensinya sangat dibutuhkan di sana. Surat tugas itu sah dan berlaku. Jadi klaim yang menyebut ia mangkir dari tugas sangat tidak berdasar,” ujar Alfred saat diwawancarai.

(NLS) sebelumnya adalah tenaga honorer di SLB Negeri Dolok Sanggul. Setelah lolos seleksi P3K tahun 2023, ia diangkat melalui SK Gubernur Sumatera Utara Nomor: 800.1.1.3.2/0743/2024 untuk ditempatkan di SMA Negeri 3 Lintong Nihuta. Namun, kebutuhan mendesak di SLB mendorong Dinas mengeluarkan surat tugas penyesuaian, di mana secara administratif gaji NLS tetap berasal dari SMA Negeri 3 Lintong Nihuta.

Kacabdis menyayangkan tindakan menyebarkan informasi sepihak tanpa konfirmasi kepada pihak-pihak terkait. Ia menegaskan bahwa semua penempatan guru dilakukan sesuai prosedur dan kebutuhan lapangan.

“Kalau memang berniat menyampaikan kritik, seharusnya dilakukan dengan cara yang beretika dan berdasarkan data. Menyebarkan informasi yang belum terverifikasi justru mencederai kredibilitas pribadi dan bisa merusak nama baik orang lain,” tambah Alfred.

(NLS) yang menjadi sasaran unggahan tersebut mengaku sangat terpukul. “Saya kaget dan sedih membaca tulisan itu. Saya hanya menjalankan tugas sesuai arahan atasan. Saya berharap masyarakat lebih hati-hati menyikapi informasi yang belum pasti,” ujarnya lirih,dan mata bekaca kaca.

Ia pun berharap kejadian serupa tidak terulang, agar tak lagi ada guru yang menjadi korban fitnah hanya karena ketidaktelitian pihak lain dalam memahami alur penugasan aparatur negara.

Peristiwa ini menjadi cerminan pentingnya kehati-hatian dalam bermedia sosial. Di tengah arus informasi yang begitu cepat, sikap bijak dalam menyaring dan menyampaikan berita menjadi kebutuhan yang tak bisa ditawar.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *