Samosir, Sinar24jam.com–
Dalam rentang waktu tiga tahun, sejak 2020 hingga 2022, para wartawan di Kabupaten Samosir konsisten menunjukkan kepedulian mereka terhadap kelestarian lingkungan dengan melakukan aksi nyata: penanaman pohon anti api di sepanjang pinggiran Jalan Tele. Aksi ini bukan sekadar simbolis, melainkan langkah konkret untuk mencegah terjadinya longsor yang kerap mengancam keselamatan pengguna jalan di kawasan tersebut.
Penanaman pohon anti api dilakukan sebagai respons terhadap maraknya pembalakan liar yang terus menggerogoti kawasan hutan di Samosir. Para jurnalis menegaskan, kegiatan ini menjadi bentuk sindiran tajam dan peringatan moral kepada para pelaku illegal logging agar tak hanya bisa menebang, namun juga memiliki tanggung jawab untuk menanam kembali.
Lebih dari itu, aksi ini juga ditujukan sebagai pesan kuat kepada Pemerintah Kabupaten Samosir, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutanan. Para wartawan berharap kedua instansi ini dapat menjadikan kegiatan penanaman pohon sebagai agenda rutin dan bekerja sama lebih intens dalam menjaga kelestarian alam di kawasan Danau Toba yang semakin terancam.
“Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah. Tapi ketika kami yang biasanya hanya meliput justru turun tangan, itu artinya ada sesuatu yang harus dibenahi,” ujar salah satu wartawan yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh dan pedoman bagi masyarakat luas untuk turut menjaga dan melestarikan alam Samosir. Dengan keterlibatan semua pihak, diharapkan bencana alam seperti longsor, banjir, dan kebakaran hutan dapat dicegah sejak dini.
Kepedulian para wartawan ini menjadi cermin bahwa penyelamatan lingkungan harus dimulai dari kesadaran kolektif. Bukan hanya menunggu tindakan dari atas, tapi juga bergerak dari akar rumput.















