Example floating
Example floating




Berita

Pantau Kepadatan Wisatawan dengan Aplikasi SOT Polri, Polres Samosir Urai Kemacetan

33
×

Pantau Kepadatan Wisatawan dengan Aplikasi SOT Polri, Polres Samosir Urai Kemacetan

Sebarkan artikel ini

Samosir, Sinar24jam.com-

Libur Tahun Baru Imlek 2025 kembali menjadikan Kabupaten Samosir sebagai destinasi wisata unggulan. Kepadatan kendaraan yang masuk dan keluar wilayah ini, baik melalui jalur darat maupun penyeberangan Danau Toba, meningkat signifikan.

Mengantisipasi lonjakan tersebut, Polres Samosir memanfaatkan aplikasi SOT Polri untuk memantau arus lalu lintas secara real-time. Aplikasi ini mendeteksi titik-titik kepadatan dengan indikator warna, di mana jika zona merah terdeteksi, operator segera berkoordinasi dengan personel di lapangan serta Tim Urai untuk mengatur lalu lintas dan mengurai kemacetan. Aplikasi ini tidak hanya diawasi oleh Polres Samosir, tetapi juga oleh Polda Sumut dan Mabes Polri.

Pantauan Lalu Lintas di Sejumlah Titik

Kasat Lantas Polres Samosir, AKP Natanail Surbakti, S.H., M.H., melaporkan bahwa hingga pukul 16.00 WIB, lalu lintas di jalur darat Tele masih padat, terutama di sekitar Menara Pandang Tele dan Bukit Sibeabea, yang menjadi destinasi favorit wisatawan.

Sementara itu, Kapolsek Simanindo, IPTU Ramadan Siregar, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa tiket kapal feri dari Simanindo dan Ambarita telah habis terjual. Antrean panjang terjadi di Pelabuhan Tao Toba Tomok menuju Ajibata, yang diprediksi akan berlangsung hingga Kamis dini hari, 30 Januari 2025.

Di wilayah Pangururan, Kapolsek Pangururan, AKP B. Dalimunthe, menyebutkan bahwa kepadatan kendaraan terjadi di Desa Pardomuan I dan Kelurahan Pasar Pangururan, terutama saat wisatawan menikmati makan siang. Selain itu, arus lalu lintas diperkirakan tetap ramai hingga malam, seiring banyaknya wisatawan yang menghadiri pertunjukan Air Menari di Water Front City Pangururan pada pukul 19.00 WIB. Destinasi lain, seperti Pantai Pasir Putih Parbaba dan Jembatan Tano Ponggol, juga masih ramai dikunjungi wisatawan.

Pengamanan Jalur Air dan Rekayasa Lalu Lintas

Dari sisi pengamanan jalur air, Kasat Polairud Polres Samosir, AKP Sulaiman Pangaribuan, S.H., melaporkan bahwa hingga pukul 16.00 WIB, arus wisatawan yang menyeberang dari Parapat ke Tomok menggunakan kapal motor pariwisata masih tinggi. Ia mengimbau seluruh nakhoda untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan memastikan seluruh penumpang mengenakan life jacket demi keselamatan pelayaran.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Samosir, Bripka Vandu P. Marpaung, menegaskan bahwa jumlah kendaraan pengunjung masih tinggi. Sebagai langkah antisipasi, Menara Pandang Tele akan ditutup pada pukul 18.00 WIB karena minimnya penerangan di jalur tersebut yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Selain itu, mulai pukul 18.00 WIB, Polres Samosir bersama Polsek Pangururan dan Tim Urai akan menerapkan sistem one way di beberapa titik rawan kemacetan, termasuk Kelurahan Pasar Pangururan, Desa Pardomuan I, dan Jembatan Tano Ponggol. Rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk memperlancar arus kendaraan, terutama di sekitar lokasi pertunjukan Air Menari.

Polres Samosir memprediksi kepadatan wisatawan akan berlangsung hingga Minggu, 2 Februari 2025. Seluruh personel akan tetap siaga untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas serta kenyamanan wisatawan selama libur dengan pemantauan intensif melalui Aplikasi SOT Polri.

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menembus Pagi Danau Toba, Perjalanan Jurnalis dari Samosir ke Pematangsiantar Demi Menghadiri Adat Penghiburan Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan Pelabuhan Simanindo ketika perjalanan menuju Kota Pematangsiantar dimulai dari Kabupaten Samosir, Minggu pagi (17/5/2026). Udara sejuk khas tepian Danau Toba terasa begitu menenangkan. Hamparan air danau yang membiru memantulkan cahaya matahari pagi, menciptakan panorama alam yang memukau sepanjang perjalanan. Staf Redaksi Prestasi Reformasi bersama Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com berangkat dari Samosir menggunakan kapal kayu menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Perjalanan pagi itu terasa begitu teduh. Riak air danau bergerak perlahan diiringi hembusan angin pegunungan yang sejuk, sementara suasana di atas kapal masih dipenuhi ketenangan khas pagi hari. Setibanya di Dermaga Tigaras, suasana pelabuhan masih tampak lengang. Aktivitas penumpang maupun kendaraan belum begitu ramai. Beberapa kapal terlihat bersandar tenang di tepian dermaga, berpadu dengan panorama alam Danau Toba yang memanjakan mata. “Pagi di Tigaras selalu menghadirkan ketenangan tersendiri. Udara yang segar dan panorama danau memberi semangat baru sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar salah seorang rombongan. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua menuju Kota Pematangsiantar dengan tujuan menghadiri acara adat penghiburan keluarga Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com di kawasan Jalan Asahan. Meski menempuh perjalanan cukup panjang dari Samosir, rombongan akhirnya tiba tepat waktu untuk mengikuti prosesi adat terakhir pemberangkatan keluarga yang meninggal dunia. Dalam suasana adat yang penuh haru, turut dilaksanakan prosesi pemberian ulos tudung sebagai bentuk penghormatan dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran rombongan dari Samosir disambut hangat pihak keluarga yang sebelumnya telah berada di lokasi acara. Keluarga mengaku merasa senang dan bersyukur atas kehadiran para kerabat dan sahabat yang datang dari berbagai daerah untuk memberikan dukungan moril di tengah suasana duka. Perjalanan dari tepian Danau Toba menuju Kota Pematangsiantar pagi itu bukan sekadar perjalanan biasa. Di balik indahnya panorama alam yang dilalui, tersimpan nilai kebersamaan, penghormatan adat, dan kuatnya ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga di tengah masyarakat Batak hingga saat ini. ( red)
Berita

Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan…