Example floating
Example floating




Berita

Kasus Viral Jet Ski di Tuktuk: Jepri Melapor Balik dan Meminta Maaf kepada Publik

40
×

Kasus Viral Jet Ski di Tuktuk: Jepri Melapor Balik dan Meminta Maaf kepada Publik

Sebarkan artikel ini

Samosir, sinar24jam.com –

Kasus perselisihan antara dua operator jet ski di Tuktuk, Kabupaten Samosir, yang sempat viral di media sosial, kembali memanas. Pada Sabtu (18/01/2025), sekitar 20 warga Tuktuk mendatangi Polres Samosir untuk mendukung penyelesaian damai antara kedua belah pihak. Namun, upaya tersebut gagal karena pelapor, Malum Sinaga, tidak hadir hingga pukul 17.00 WIB.

Jepri Rumahorbo, yang sebelumnya dilaporkan oleh Malum atas dugaan penganiayaan, akhirnya melaporkan balik Malum. Didampingi kuasa hukumnya, Jamin Naibaho, Jepri menilai bahwa tindakannya merupakan bentuk pembelaan diri atas perlakuan Malum.

“Tindakan pemukulan yang dilakukan oleh klien saya bukan tanpa alasan. Itu merupakan reaksi atas tindakan pelapor yang lebih dulu mencelakai Jepri hingga menyebabkan luka di kaki,” jelas Jamin Naibaho.

Menurut laporan Jepri, insiden terjadi pada 6 Januari 2025 sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, Jepri sedang bertugas sebagai operator jet ski di kawasan wisata Danau Toba. Ia menegur Malum Sinaga yang dianggap melanggar batas zona aman bermain jet ski. Namun, teguran tersebut disambut dengan sikap provokatif, termasuk kata-kata kasar dan simbol penghinaan berupa jari tengah.

Ketegangan meningkat ketika Jepri mendekati Malum untuk meminta klarifikasi. Saat itu, Malum diduga menghidupkan mesin jet ski secara tiba-tiba, menyebabkan Jepri terjatuh dan kakinya terluka. Luka tersebut masih terlihat jelas saat Jepri melakukan visum pada 18 Januari 2025.

Namun, video yang beredar di media sosial hanya menunjukkan Jepri memukul Malum, tanpa konteks kejadian sebelumnya. Hal ini memicu reaksi publik yang sebagian besar menyalahkan Jepri.

Dugaan Motif dan Respons Warga
Beberapa pengusaha wisata di Tuktuk menduga bahwa Malum sengaja memancing masalah untuk menjebak Jepri, dengan tujuan merusak citra usaha jet ski yang dikelola Jepri. Dugaan ini diperkuat oleh cepatnya video tersebut menyebar di media sosial, diposting oleh akun Safariseado Samosir hanya satu jam setelah kejadian.

P. Manurung, salah satu warga Tuktuk, mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran Malum dalam upaya perdamaian. “Kami berharap masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan, tetapi ketidakhadiran Malum membuat upaya ini sia-sia,” katanya.

Permintaan Maaf Jepri
Menanggapi kritik yang diterimanya, Jepri menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Ia mengakui bahwa tindakannya tidak pantas dan menyatakan penyesalan atas kejadian tersebut.

“Saya meminta maaf kepada siapa pun yang merasa terganggu dengan video itu. Kejadian ini tidak seharusnya terjadi, apalagi sampai menjadi konsumsi publik. Namun, saya tegaskan bahwa tindakan saya bukan tanpa sebab. Saya hanya ingin menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan,” ujar Jepri.

Ia juga meminta masyarakat untuk tetap mendukung pariwisata di Tuktuk. “Silakan datang dan nikmati Danau Toba. Kami, pelaku wisata, akan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih ditangani oleh Polres Samosir, sementara upaya perdamaian tetap terbuka jika kedua pihak bersedia untuk berdialog.

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *