Example floating
Example floating




Berita

Pembangunan Amphiteater Pantai Pallombuan Belum Rampung, Masyarakat Desak Pengawasan Lebih Ketat

48
×

Pembangunan Amphiteater Pantai Pallombuan Belum Rampung, Masyarakat Desak Pengawasan Lebih Ketat

Sebarkan artikel ini

Samosir, 16 Januari 2025 –

Pembangunan panggung kesenian atau amphiteater di Destinasi Wisata Pantai Pallombuan, Kabupaten Samosir, menuai sorotan dari masyarakat. Proyek yang dikerjakan oleh CV. Pegeheysha dengan nilai kontrak Rp1.068.835.000 tersebut seharusnya rampung dalam waktu 160 hari kerja, sejak dimulai pada 16 Juli 2024 hingga 14 Januari 2025. Namun, hingga 16 Januari 2025, pekerjaan di lapangan masih berlangsung dan belum selesai.

Seorang warga Samosir yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kepada media bahwa pembangunan terlihat belum rapi, bahkan sudah ada bagian yang mengalami keretakan. “Pekerjaan ini masih berlangsung, tapi terlihat kurang rapi dan sudah ada retakan di beberapa bagian,” ujarnya, Kamis (16/1).

Ia juga menyoroti kurangnya pengawasan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir terhadap proyek tersebut. “Dari pihak dinas pariwisata tidak terlihat ada yang mengawasi langsung di lokasi pekerjaan, padahal papan proyek mencantumkan waktu pelaksanaan yang sudah habis, namun pekerjaan masih belum selesai,” tambahnya.

Konfirmasi Dinas Pariwisata

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, Teti Naibaho, memberikan penjelasan. Dalam keterangannya melalui sambungan telepon, ia menyatakan bahwa kontraktor masih diberi waktu hingga 10 Februari 2025 untuk menyelesaikan pekerjaan. “Proyek ini akan dikenakan sanksi atau denda sesuai ketentuan jika tidak selesai dalam batas waktu yang diberikan,” ungkapnya.

Desakan dari Masyarakat

Masyarakat Samosir meminta Inspektorat Kabupaten Samosir dan DPRD Kabupaten Samosir, khususnya Komisi I yang membidangi pembangunan, untuk turun langsung ke lokasi guna mengevaluasi proyek tersebut. Mereka berharap pengawasan yang lebih ketat dapat dilakukan agar permasalahan serupa tidak terulang dalam program pembangunan di tahun 2025.

“Kami meminta Inspektorat dan DPRD Samosir Komisi I segera turun ke lokasi untuk memastikan pelaksanaan proyek ini sesuai dengan aturan. Jangan sampai pembangunan di tahun 2025 kembali mengalami kendala seperti proyek tahun 2024 ini,” tegas salah seorang warga.

Harapan untuk Peningkatan Pengawasan

Proyek pembangunan ini menjadi perhatian publik karena dianggap sebagai salah satu program strategis yang mendukung sektor pariwisata Samosir. Masyarakat berharap penyelesaian proyek ini dilakukan dengan kualitas yang baik dan tepat waktu agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi pengembangan destinasi wisata di daerah tersebut.

Dengan adanya desakan dari masyarakat dan komitmen Dinas Pariwisata untuk menerapkan sanksi kepada kontraktor yang lalai, diharapkan pekerjaan ini dapat segera diselesaikan sesuai standar dan jadwal yang telah ditetapkan.

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *