SAMOSIR, sinar24jam.com –
Menyikapi banyaknya keluhan masyarakat terkait ketersediaan dan kualitas air bersih, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samosir menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PDAM Tirtanadi Sumatera Utara. Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat DPRD Samosir, Pangururan, Selasa (4/2/2025), dengan turut dihadiri perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Samosir.
RDP ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Samosir, Nasip Simbolon, didampingi Wakil Ketua Osvaldo Simbolon, Sarchocel M. Tamba, serta anggota DPRD lainnya. Dari pihak PDAM Tirtanadi, hadir Direktur Utama Mohammad Adinim Ginting beserta jajarannya.
Dalam pembukaannya, Nasip Simbolon menyampaikan keluhan masyarakat yang merasa kecewa terhadap pelayanan PDAM. Ia menyoroti masalah distribusi air bersih yang kerap macet, bahkan tidak mengalir sama sekali ke rumah-rumah warga. Tak hanya itu, kualitas air yang mengalir pun dikeluhkan karena sering berlumpur, berbau, dan tidak layak konsumsi.
“Banyak masyarakat mengeluhkan aliran air PDAM yang sering mati, bahkan saat mengalir pun airnya kotor dan berbau. Kami minta PDAM segera mengambil langkah strategis untuk mengatasi masalah ini, termasuk solusi terkait anggaran,” tegas Nasip.
Nasip juga mengkritik cara kerja PDAM yang dinilai asal-asalan dalam melakukan pengorekan jalan untuk pemasangan pipa tanpa memperhatikan kondisi infrastruktur jalan.
“Jangan sembarangan menggali jalan yang kondisinya masih baik. Kalau sudah dikorek, jangan dibiarkan begitu saja tanpa diperbaiki,” tambahnya.
Sejumlah anggota DPRD lainnya turut menyuarakan keluhan serupa. Renaldi Naibaho menekankan pentingnya peningkatan kinerja PDAM, mengingat Samosir merupakan destinasi wisata internasional yang membutuhkan infrastruktur air bersih yang memadai.
“Sebagai daerah wisata, jangan sampai krisis air bersih ini mencoreng citra Samosir di mata wisatawan. PDAM harus lebih fokus memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” ujar Renaldi.
Sementara itu, Polten Simbolon menyoroti buruknya kualitas air yang disalurkan ke masyarakat.
“Air yang mengalir sangat kotor, berlumpur, bahkan ada laporan warga yang menemukan lintah di bak penampungan air. Kami minta PDAM memastikan ada proses penyaringan yang layak sebelum air dialirkan ke konsumen,” tegas Polten.
Menanggapi berbagai kritik tersebut, Dirut PDAM Tirtanadi, Mohammad Adinim Ginting, mengakui adanya keterbatasan dalam pengelolaan air bersih, terutama terkait sumber air dan anggaran pemeliharaan.
“Kami menghadapi tantangan dalam hal keterbatasan sumber air bersih dan anggaran. Hal ini berdampak pada distribusi dan kualitas air yang kami salurkan. Namun, kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan,” jelas Adinim.
Mewakili Dinas PUTR, Manutur Naibaho menegaskan bahwa Pemkab Samosir mendukung penuh upaya PDAM Tirtanadi dalam meningkatkan pelayanan.
“Pemkab Samosir telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan infrastruktur jaringan air bersih di Pangururan pada tahun anggaran 2024. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap konstruksi,” ungkap Manutur.
RDP ini diakhiri dengan sejumlah rekomendasi, termasuk permintaan agar PDAM Tirtanadi segera menindaklanjuti hasil rapat dan memperbaiki kinerja dalam distribusi air bersih. DPRD Samosir juga berjanji akan terus mengawasi perkembangan perbaikan tersebut demi memastikan masyarakat mendapatkan hak mereka atas akses air bersih yang layak.















