Samosir, Sinar24jam.com
Tim jurnalis dari berbagai media melakukan konfirmasi langsung terhadap pelaksanaan proyek pembangunan jembatan dan jalan nasional ruas Sigarantung–Huta Ginjang, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Senin (25/05/2026).
Tim yang hadir terdiri dari Hotman Siagian dari PrestasiReformasi.com, MitaNews.co.id, Boris Situmorang dari Sinar24Jam.com, serta Mikanor Sitohang dari ArtahNews.com. Kedatangan para jurnalis disambut langsung oleh konsultan pelaksana teknik bermarga Panggabean bersama pihak konsultan pengawas proyek.
Dalam konfirmasi tersebut, tim wartawan meminta penjelasan terkait progres pekerjaan, metode pelaksanaan konstruksi, hingga sistem pencampuran material beton bore pile yang digunakan di lapangan.
Menanggapi hal itu, pihak konsultan pelaksana bersama konsultan pengawas langsung menunjukkan proses kerja di lokasi proyek secara terbuka. Mereka mengoperasikan mesin electronic batching mixer yang digunakan dalam pencampuran material beton. Melalui alat tersebut, takaran campuran material dapat dihitung secara otomatis dan akurat, termasuk komposisi serta estimasi harga satuan pekerjaan yang langsung muncul melalui sistem elektronik.
“Atas prinsip transparansi, kami bekerja sesuai spesifikasi teknis yang tertuang dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Sistem pencampuran beton dilakukan secara mekanis menggunakan batching mixer, bukan manual,” jelas Panggabean di lokasi proyek.
Ia menerangkan, dalam satu kali putaran mesin dengan kapasitas sekitar 3,5 meter kubik, campuran material terdiri dari semen, pasir, batu split, serta bahan tambahan admixture tipe SikaCim Concrete Additive 633 untuk meningkatkan mutu beton.
Menurutnya, seluruh material yang digunakan sebelumnya telah melalui uji laboratorium di Politeknik Negeri Medan guna memperoleh hasil pengujian JMF (Job Mix Formula) dan JMD (Job Mix Design) sebagai dasar mutu campuran beton.
“Setelah proses pencampuran selesai, dilakukan pengujian slump test untuk mengukur tingkat kekentalan dan kualitas beton. Hasil pengujian berada pada kisaran 55 hingga 65 milimeter dan telah disaksikan langsung oleh pihak konsultan pengawas serta tim laboratorium sebelum dilakukan pengecoran bore pile,” terangnya.
Lebih lanjut dijelaskan, pembangunan jembatan dilakukan dengan sistem pekerjaan bertahap mulai dari pembangunan pondasi abutment satu dan abutment dua. Setelah pekerjaan pondasi selesai, dilanjutkan dengan pemasangan girder (erection girder), kemudian pemasangan pelat lantai jembatan dan struktur baja.
Adapun jembatan yang dibangun memiliki panjang sekitar 80 meter dengan lebar 11,90 meter. Jembatan tersebut juga dilengkapi parapet di sisi kanan dan kiri untuk jalur pejalan kaki serta ornamen gorga khas Batak sebagai identitas budaya lokal.
Sementara itu, pihak konsultan pengawas menyampaikan bahwa seluruh tahapan pekerjaan hingga saat ini masih berjalan sesuai standar teknis dan spesifikasi yang tertuang dalam dokumen perencanaan proyek.
“Dari hasil pengawasan di lapangan, seluruh item pekerjaan masih sesuai standar pelaksanaan dan spesifikasi dalam RAB,” ujar pihak konsultan pengawas.
Menanggapi penjelasan tersebut, para jurnalis mengapresiasi keterbukaan pihak pelaksana proyek dalam memberikan informasi teknis secara langsung di lapangan. Wartawan berharap pembangunan jembatan tersebut dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Selain itu, wartawan juga menyoroti kondisi badan jalan nasional yang berada tidak jauh dari lokasi proyek, tepatnya sekitar 200 meter di bawah titik pembangunan jembatan, yang sebagian telah mengalami abrasi dan longsor.
Para jurnalis berharap pemerintah dapat mempertimbangkan penanganan badan jalan tersebut dan mempercayakan pengerjaannya kepada perusahaan yang saat ini menangani proyek jembatan, mengingat alat berat dan tenaga teknis masih berada di lokasi yang berdekatan. ( bs)















