Example floating
Example floating




BeritaOrang Hilang

Kapolsek Tanah Jawa Antarkan Nenek Pikun yang Terlantar Kembali ke Keluarga di Tebing Tinggi

45
×

Kapolsek Tanah Jawa Antarkan Nenek Pikun yang Terlantar Kembali ke Keluarga di Tebing Tinggi

Sebarkan artikel ini
Kapolsek Tanah Jawa bersama anggota saat mengantarkan nenek lansia yang sempat terlantar kembali ke keluarganya. (Dok.foto : PS/Red).

Simalungun (Sumut), Sinar24Jam.com –

Kepedulian dan sisi kemanusiaan kembali ditunjukkan jajaran Kepolisian. Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Banuara Manurung, S.H., bersama anggotanya mengantarkan langsung seorang nenek lanjut usia yang mengalami pikun dan sempat terlantar tanpa identitas di wilayah hukum Polsek Tanah Jawa, kembali ke keluarganya di Kota Tebing Tinggi.

Nenek tersebut sebelumnya ditemukan dalam kondisi kebingungan dan tidak dapat mengingat identitas dirinya maupun alamat tempat tinggalnya. Informasi mengenai keberadaan sang nenek sempat beredar di media sosial dan menarik perhatian masyarakat.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menjelaskan bahwa pihak Polsek Tanah Jawa segera mengambil langkah untuk mengamankan nenek tersebut sekaligus berupaya mencari identitasnya agar dapat dipertemukan kembali dengan keluarga.

“Kapolsek Tanah Jawa tidak hanya mengamankan nenek tersebut, tetapi juga berupaya mencari identitasnya hingga akhirnya berhasil mengembalikan kepada pihak keluarga. Ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat,” ujar AKP Verry Purba.

Pada Selasa, 10 Maret 2026 sekitar pukul 10.30 WIB, Kapolsek Tanah Jawa Kompol Banuara Manurung berkoordinasi dengan Camat Tanah Jawa, Andi Supandri, untuk mencari informasi mengenai identitas nenek tersebut. Karena nenek tersebut tidak dapat menyebutkan namanya akibat kondisi kepikunan, maka dilakukan langkah identifikasi menggunakan teknologi pemindaian iris mata yang biasa digunakan dalam proses pembuatan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Dari hasil pemindaian tersebut akhirnya diketahui bahwa nenek tersebut berdomisili di Kelurahan Persiapan, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi.

Setelah identitasnya diketahui, pada Rabu, 11 Maret 2026 sekitar pukul 15.30 WIB, Kapolsek Kompol Banuara Manurung bersama AIPTU P.E. Pakpahan langsung mengantarkan nenek tersebut ke kediaman keluarganya di Jalan Ikhlas Ujung, Lingkungan VI, Kelurahan Persiapan, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi.

Kedatangan rombongan disambut oleh Ketua Lingkungan setempat, Jainal, serta salah satu anggota keluarga bernama Jumaidi. Pihak keluarga mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada jajaran Polsek Tanah Jawa yang telah membantu menemukan dan mengantarkan kembali anggota keluarga mereka.

“Pihak keluarga dan perangkat kelurahan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran Polsek Tanah Jawa atas kepedulian dan kerja keras yang telah dilakukan untuk mengembalikan nenek mereka,” kata AKP Verry Purba.

Kapolsek Tanah Jawa juga menjelaskan kepada keluarga mengenai kondisi nenek tersebut selama berada di wilayah Simalungun yang ditemukan dalam keadaan terlantar dan membutuhkan perhatian.

Dengan adanya upaya tersebut, sang nenek akhirnya dapat kembali berkumpul dengan keluarganya dalam keadaan selamat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menembus Pagi Danau Toba, Perjalanan Jurnalis dari Samosir ke Pematangsiantar Demi Menghadiri Adat Penghiburan Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan Pelabuhan Simanindo ketika perjalanan menuju Kota Pematangsiantar dimulai dari Kabupaten Samosir, Minggu pagi (17/5/2026). Udara sejuk khas tepian Danau Toba terasa begitu menenangkan. Hamparan air danau yang membiru memantulkan cahaya matahari pagi, menciptakan panorama alam yang memukau sepanjang perjalanan. Staf Redaksi Prestasi Reformasi bersama Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com berangkat dari Samosir menggunakan kapal kayu menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Perjalanan pagi itu terasa begitu teduh. Riak air danau bergerak perlahan diiringi hembusan angin pegunungan yang sejuk, sementara suasana di atas kapal masih dipenuhi ketenangan khas pagi hari. Setibanya di Dermaga Tigaras, suasana pelabuhan masih tampak lengang. Aktivitas penumpang maupun kendaraan belum begitu ramai. Beberapa kapal terlihat bersandar tenang di tepian dermaga, berpadu dengan panorama alam Danau Toba yang memanjakan mata. “Pagi di Tigaras selalu menghadirkan ketenangan tersendiri. Udara yang segar dan panorama danau memberi semangat baru sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar salah seorang rombongan. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua menuju Kota Pematangsiantar dengan tujuan menghadiri acara adat penghiburan keluarga Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com di kawasan Jalan Asahan. Meski menempuh perjalanan cukup panjang dari Samosir, rombongan akhirnya tiba tepat waktu untuk mengikuti prosesi adat terakhir pemberangkatan keluarga yang meninggal dunia. Dalam suasana adat yang penuh haru, turut dilaksanakan prosesi pemberian ulos tudung sebagai bentuk penghormatan dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran rombongan dari Samosir disambut hangat pihak keluarga yang sebelumnya telah berada di lokasi acara. Keluarga mengaku merasa senang dan bersyukur atas kehadiran para kerabat dan sahabat yang datang dari berbagai daerah untuk memberikan dukungan moril di tengah suasana duka. Perjalanan dari tepian Danau Toba menuju Kota Pematangsiantar pagi itu bukan sekadar perjalanan biasa. Di balik indahnya panorama alam yang dilalui, tersimpan nilai kebersamaan, penghormatan adat, dan kuatnya ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga di tengah masyarakat Batak hingga saat ini. ( red)
Berita

Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan…