Example floating
Example floating




BeritaPencurian

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Marihat Selesaikan Dugaan Pencurian dengan Mediasi

81
×

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Marihat Selesaikan Dugaan Pencurian dengan Mediasi

Sebarkan artikel ini
Bersalaman sebagai tanda perdamaian telah dimufakati atas upaya yang dilakukan melalui mediasi. (Foto: Dok. Humas Polres Pematangsiantar).

Pematangsiantar (Sumut), Sinar24Jam.com – 

Kepolisian Sektor (Polsek) Siantar Marihat Kepolisian Ressor (Polres) Pematangsiantar melalui Bhabinkamtibmas, Aipda Asril Manurung menyelesaikan dugaan tindak pidana pencurian di Kampung Baru Marihat Sentral Kelurahan Pematang Marihat Kecamatan Siantar Marimbun Kota Pematangsiantar dengan mediasi, pada Jumat (27/02/2026) siang sekira pukul 13.30 Wib.

Kapolsek Siantar Marihat, AKP Doni Simanjuntak, S.H., dalam laporannya mengatakan bahwa pihak pertama PH dan SM (45) diduga mencuri Handphone (HP) milik pihak kedua inisial R (51) saat sedang berkebun.

Setelah dilakukan mediasi kedua belah pihak sepakat selesaikan dugaan pencurian tersebut secara kekeluargaan dan membuat surat pernyataan bermaterai. Dimana pihak pertama mengaku khilaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mencuri serta apabila melakukan pencurian lagi siap di lakukan proses hukum sesuai dengan ketentuan undang undang yang berlaku di Negara kesatuan Republik Indonesia kemudian pihak kedua bersedia tidak melanjutkan permasalahan tersebut ke jalur hukum.

Bhabinkamtibmas menyampaikan himbauan kepada kedua belah pihak agar berhati hati meletakkan barang berharga dan kepada pihak pertama untuk tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum .

“Kedua belah pihak sudah membuat surat pernyataan perdamaian bermaterai sehingga dugaan pencurian HP tersebut diselesaikan dengan mediasi,” Pungkas AKP Doni. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menembus Pagi Danau Toba, Perjalanan Jurnalis dari Samosir ke Pematangsiantar Demi Menghadiri Adat Penghiburan Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan Pelabuhan Simanindo ketika perjalanan menuju Kota Pematangsiantar dimulai dari Kabupaten Samosir, Minggu pagi (17/5/2026). Udara sejuk khas tepian Danau Toba terasa begitu menenangkan. Hamparan air danau yang membiru memantulkan cahaya matahari pagi, menciptakan panorama alam yang memukau sepanjang perjalanan. Staf Redaksi Prestasi Reformasi bersama Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com berangkat dari Samosir menggunakan kapal kayu menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Perjalanan pagi itu terasa begitu teduh. Riak air danau bergerak perlahan diiringi hembusan angin pegunungan yang sejuk, sementara suasana di atas kapal masih dipenuhi ketenangan khas pagi hari. Setibanya di Dermaga Tigaras, suasana pelabuhan masih tampak lengang. Aktivitas penumpang maupun kendaraan belum begitu ramai. Beberapa kapal terlihat bersandar tenang di tepian dermaga, berpadu dengan panorama alam Danau Toba yang memanjakan mata. “Pagi di Tigaras selalu menghadirkan ketenangan tersendiri. Udara yang segar dan panorama danau memberi semangat baru sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar salah seorang rombongan. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua menuju Kota Pematangsiantar dengan tujuan menghadiri acara adat penghiburan keluarga Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com di kawasan Jalan Asahan. Meski menempuh perjalanan cukup panjang dari Samosir, rombongan akhirnya tiba tepat waktu untuk mengikuti prosesi adat terakhir pemberangkatan keluarga yang meninggal dunia. Dalam suasana adat yang penuh haru, turut dilaksanakan prosesi pemberian ulos tudung sebagai bentuk penghormatan dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran rombongan dari Samosir disambut hangat pihak keluarga yang sebelumnya telah berada di lokasi acara. Keluarga mengaku merasa senang dan bersyukur atas kehadiran para kerabat dan sahabat yang datang dari berbagai daerah untuk memberikan dukungan moril di tengah suasana duka. Perjalanan dari tepian Danau Toba menuju Kota Pematangsiantar pagi itu bukan sekadar perjalanan biasa. Di balik indahnya panorama alam yang dilalui, tersimpan nilai kebersamaan, penghormatan adat, dan kuatnya ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga di tengah masyarakat Batak hingga saat ini. ( red)
Berita

Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan…