Example floating
Example floating




Berita

Jenguk Anggota Sakit Bersama Bhaysngjara, Kapolsek Bangun: “Personel Bukan Rekan Kerja, Tapi Keluarga”

89
×

Jenguk Anggota Sakit Bersama Bhaysngjara, Kapolsek Bangun: “Personel Bukan Rekan Kerja, Tapi Keluarga”

Sebarkan artikel ini
Kapolsek Bangun bersama Bhayangkari dan personel menjenguk AIPDA Indo R. Siahaan yang dirawat di Rumah Sakit Vita Insani. (Dok foto : PS/Red).

Simalungun (Sunut), Sinar24Jam.com –

Hangat dan penuh kepedulian, Kapolsek Bangun, AKP Hengky B. Siahaan, S.H., M.H., bersama Ketua Ranting Bhayangkari Polsek Bangun dan staf menjenguk AIPDA Indo R. Siahaan yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar, Senin sore (23/02/2026). Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, tapi wujud nyata filosofi ‘personel bukan sekadar rekan kerja, melainkan bagian dari keluarga besar’.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba saat dikonfirmasi Senin malam (23/02/2026) sekitar pukul 21.40 WIB menjelaskan makna kunjungan ini.

“Kapolsek Bangun AKP Hengky B. Siahaan, S.H., M.H., bersama Ketua Ranting Bhayangkari Polsek Bangun dan staf melaksanakan kegiatan kunjungan (besuk) ke Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar pada Senin (23/02/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB untuk menjenguk AIPDA Indo R. Siahaan yang sedang mengalami gangguan kesehatan,” ujar AKP Verry.

Kunjungan ini adalah program Home Visit yang telah menjadi budaya di Polsek Bangun.

“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril dari kesatuan. Ini bukan program baru, tapi sudah menjadi budaya di Polsek Bangun bahwa setiap anggota yang sakit pasti akan dijenguk oleh Kapolsek dan rekan-rekannya,” ungkap AKP Verry.

Yang membuat kunjungan ini istimewa adalah kehadiran Ketua Ranting Bhayangkari Polsek Bangun. “Kehadiran ibu-ibu Bhayangkari menunjukkan bahwa kepedulian tidak hanya dari institusi Polri, tapi juga dari keluarga besar Polri termasuk para istri anggota. Ini adalah wujud kebersamaan yang sangat indah,” ujar AKP Verry.

Kapolsek Bangun menyampaikan filosofi yang sangat menyentuh.

“Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas antar anggota, Kapolsek Bangun beserta personel menjenguk Aipda Indo R. Siahaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Home Visit untuk memastikan kondisi kesehatan anggota serta memberikan motivasi agar lekas pulih,” ungkap AKP Verry.

“Yang paling menyentuh adalah pernyataan Kapolsek: ‘Karena bagi kami, personel bukan sekadar rekan kerja, melainkan bagian dari keluarga besar yang harus saling menjaga. Ini adalah filosofi yang sangat dalam dan menunjukkan kekeluargaan yang kuat di Polsek Bangun,” ujar AKP Verry dengan nada kagum.

Kunjungan berlangsung dengan penuh kehangatan. “Kapolsek, Ketua Ranting Bhayangkari, dan staf Polsek Bangun berbincang hangat dengan Aipda Indo R. Siahaan dan keluarganya. Mereka memberikan dukungan moril, mendoakan kesembuhan, dan memastikan bahwa keluarga tidak merasa sendirian menghadapi cobaan ini,” ungkap AKP Verry.

AIPDA Indo R. Siahaan dan keluarga sangat terharu.

“Anggota yang sakit serta keluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh kesatuan. Mereka sangat tersentuh dengan kunjungan Kapolsek dan rekan-rekan yang meluangkan waktu di tengah kesibukan,” ujar AKP Verry.

Program Home Visit ini adalah bagian dari transformasi menuju Polri PRESISI.

“Kegiatan ini mendukung transformasi menuju POLRI PRESISI dengan prinsip kerja cerdas, kerja cepat, dan kerja tuntas. Kepedulian terhadap anggota adalah bentuk kerja cerdas dalam membangun solidaritas dan semangat korps,” ungkap AKP Verry.

“Kerja cepat ditunjukkan dengan respons segera setelah mendapat informasi bahwa anggota sakit. Kerja tuntas ditunjukkan dengan tidak hanya sekali jenguk, tapi akan terus memantau kondisi kesehatan anggota hingga sembuh total,” ujar AKP Verry.

Kunjungan ini juga menjadi contoh baik untuk polsek-polsek lain. “Polsek Bangun menjadi role model bagaimana membangun kekeluargaan yang solid. Filosofi ‘personel bukan sekadar rekan kerja, melainkan bagian dari keluarga besar’ harus menjadi budaya di semua polsek di Polres Simalungun,” ungkap AKP Verry.

Kehadiran Bhayangkari juga menunjukkan peran penting istri-istri anggota. “Ibu-ibu Bhayangkari tidak hanya mendampingi suami bertugas, tapi juga ikut peduli dengan sesama keluarga Polri. Mereka berbagi dukungan, doa, dan semangat untuk kesembuhan rekan-rekan yang sakit,” ujar AKP Verry.

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan aman dan lancar. “Kunjungan berlangsung sekitar satu jam dengan penuh kehangatan. Kapolsek memberikan bantuan, doa, dan motivasi agar Aipda Indo R. Siahaan segera pulih dan bisa kembali bertugas,” ungkap AKP Verry.

“Ini adalah pesan penting untuk semua anggota Polri: kalian tidak sendirian. Saat sakit, ada keluarga besar Polri yang akan peduli dan mendukung. Saat bertugas, ada rekan-rekan yang saling menjaga. Itulah kekuatan Polri, kekuatan kebersamaan, kekuatan keluarga,” tegas AKP Verry menutup penjelasan dengan penuh empati. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menembus Pagi Danau Toba, Perjalanan Jurnalis dari Samosir ke Pematangsiantar Demi Menghadiri Adat Penghiburan Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan Pelabuhan Simanindo ketika perjalanan menuju Kota Pematangsiantar dimulai dari Kabupaten Samosir, Minggu pagi (17/5/2026). Udara sejuk khas tepian Danau Toba terasa begitu menenangkan. Hamparan air danau yang membiru memantulkan cahaya matahari pagi, menciptakan panorama alam yang memukau sepanjang perjalanan. Staf Redaksi Prestasi Reformasi bersama Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com berangkat dari Samosir menggunakan kapal kayu menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Perjalanan pagi itu terasa begitu teduh. Riak air danau bergerak perlahan diiringi hembusan angin pegunungan yang sejuk, sementara suasana di atas kapal masih dipenuhi ketenangan khas pagi hari. Setibanya di Dermaga Tigaras, suasana pelabuhan masih tampak lengang. Aktivitas penumpang maupun kendaraan belum begitu ramai. Beberapa kapal terlihat bersandar tenang di tepian dermaga, berpadu dengan panorama alam Danau Toba yang memanjakan mata. “Pagi di Tigaras selalu menghadirkan ketenangan tersendiri. Udara yang segar dan panorama danau memberi semangat baru sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar salah seorang rombongan. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua menuju Kota Pematangsiantar dengan tujuan menghadiri acara adat penghiburan keluarga Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com di kawasan Jalan Asahan. Meski menempuh perjalanan cukup panjang dari Samosir, rombongan akhirnya tiba tepat waktu untuk mengikuti prosesi adat terakhir pemberangkatan keluarga yang meninggal dunia. Dalam suasana adat yang penuh haru, turut dilaksanakan prosesi pemberian ulos tudung sebagai bentuk penghormatan dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran rombongan dari Samosir disambut hangat pihak keluarga yang sebelumnya telah berada di lokasi acara. Keluarga mengaku merasa senang dan bersyukur atas kehadiran para kerabat dan sahabat yang datang dari berbagai daerah untuk memberikan dukungan moril di tengah suasana duka. Perjalanan dari tepian Danau Toba menuju Kota Pematangsiantar pagi itu bukan sekadar perjalanan biasa. Di balik indahnya panorama alam yang dilalui, tersimpan nilai kebersamaan, penghormatan adat, dan kuatnya ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga di tengah masyarakat Batak hingga saat ini. ( red)
Berita

Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan…