Example floating
Example floating




Berita

Dali Horbo, Kuliner Legendaris Batak yang Kian Langka di Humbang Hasundutan

64
×

Dali Horbo, Kuliner Legendaris Batak yang Kian Langka di Humbang Hasundutan

Sebarkan artikel ini

HUMBAHAS, Sinar24jam.com – Dali Horbo, kuliner khas Batak yang berasal dari susu kerbau murni, kini semakin sulit ditemukan di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Padahal, makanan tradisional ini dulunya begitu lekat dalam kehidupan masyarakat Batak, santapan kebanggaan sehari-hari.

Dali Horbo dibuat dengan cara sederhana namun sarat nilai kearifan lokal. Susu kerbau segar dipanaskan perlahan hingga mengental tanpa campuran bahan kimia apa pun. Proses alami tersebut menghasilkan rasa gurih lembut yang khas, membuat Dali Horbo berbeda dengan produk olahan modern.

“Dulu hampir setiap rumah punya kerbau, jadi membuat Dali Horbo sudah jadi kebiasaan. Sekarang, jarang sekali. Banyak orang lebih memilih produk instan yang lebih praktis,” ujar Hutasoit, seorang peternak di Kecamatan Lintong Nihuta, Sabtu (27/9/2025).

Berbagai faktor membuat kuliner ini semakin sulit ditemui. Jumlah peternak kerbau di Humbahas terus berkurang, harga susu kerbau pun relatif tinggi dan sulit diperoleh. Kondisi tersebut membuat tradisi membuat Dali Horbo perlahan ditinggalkan.

Sejumlah pemerhati budaya menilai, hilangnya Dali Horbo bukan hanya soal kuliner, tetapi juga menyangkut identitas dan jati diri masyarakat Batak.
“Dali Horbo adalah warisan leluhur turun temurun, simbol kemakmuran sekaligus kebersamaan. Jika tidak dilestarikan, generasi muda bisa saja tidak lagi mengenal makanan ini,” ungkap seorang pemerhati budaya setempat.

Meski demikian, harapan untuk menjaga eksistensi Dali Horbo tetap terbuka. Para pegiat budaya dan pelaku UMKM di Humbahas mendorong adanya terobosan, mulai dari festival kuliner Batak, pembentukan koperasi susu kerbau, hingga program pelatihan bagi generasi muda untuk kembali menghidupkan tradisi ini.

Pemerintah daerah pun didorong agar lebih aktif, tidak hanya mendukung peternakan kerbau, tetapi juga menjadikan Dali Horbo sebagai ikon wisata kuliner. Dengan promosi yang tepat, Dali Horbo berpotensi mengangkat nama Humbang Hasundutan hingga ke tingkat nasional bahkan internasional, seperti halnya rendang dari Sumatera Barat atau gudeg dari Yogyakarta.

“Kalau dikelola serius, Dali Horbo bisa jadi kebanggaan kita. Tidak hanya dikenal masyarakat Batak, tetapi juga bisa menjadi daya tarik wisatawan dari luar daerah,” tambah seorang tokoh masyarakat Lintong Nihuta.

Kini, tantangan sekaligus peluang ada di tangan semua pihak—pemerintah, masyarakat, dan generasi muda. Apakah Dali Horbo akan tetap hidup dan mendunia, atau hanya tinggal cerita dalam ingatan, tergantung bagaimana warisan kuliner ini dijaga bersama.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *