Example floating
Example floating




Berita

Di Tengah Keterbatasan, Mangindar Simbolon Bangun Kemitraan Pers untuk Percepatan Pembangunan Samosir

57
×

Di Tengah Keterbatasan, Mangindar Simbolon Bangun Kemitraan Pers untuk Percepatan Pembangunan Samosir

Sebarkan artikel ini

Samosir. Sinar24jam —

Pada fase awal berdirinya Kabupaten Samosir sebagai daerah otonom, keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi pemerintah daerah untuk membangun fondasi pembangunan yang kuat. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menjadikan pers sebagai mitra utama dalam mendorong percepatan pembangunan dan promosi pariwisata.

Di bawah kepemimpinan Bupati Mangindar Simbolon pada periode pertama, pendekatan terhadap insan pers dilakukan secara terbuka dan konstruktif. Wartawan tidak hanya dipandang sebagai penyampai informasi, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pembangunan yang memiliki peran dalam mengawal, mengkritisi, sekaligus mempromosikan potensi daerah.

Sebagai bentuk komitmen, pemerintah daerah melalui Bagian Humas dan Infokom Sekretariat Daerah menggelar pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) wartawan pada 20–24 Agustus 2007 di Hotel Sanggam Ambarita. Program ini menjadi salah satu langkah awal dalam membangun profesionalisme jurnalis lokal di tengah keterbatasan fasilitas dan infrastruktur komunikasi.

Sejumlah wartawan dari berbagai media turut mengikuti pelatihan tersebut, termasuk Hotman Siagian dari harian Suara Massa. Dalam pandangannya, kebijakan tersebut mencerminkan visi kepemimpinan yang melihat jauh ke depan, khususnya dalam membangun kualitas SDM sebagai penopang pembangunan daerah.

“Pada masa itu, dengan kondisi anggaran daerah yang masih terbatas pasca-definitif, perhatian terhadap peningkatan kapasitas wartawan merupakan langkah yang tidak biasa. Ini menunjukkan adanya pemahaman bahwa pers memiliki peran strategis dalam percepatan pembangunan,” ujarnya.

Keterbatasan infrastruktur komunikasi pada masa itu menjadi tantangan tersendiri. Proses pengiriman berita ke redaksi masih mengandalkan akses email milik pengusaha hotel atau dikirim melalui angkutan umum. Wartawan harus antre untuk mengakses jaringan internet, bahkan bekerja hingga larut malam di kedai kopi untuk menyusun dan mengirimkan berita.

Kondisi tersebut justru membentuk karakter pers yang tangguh dan mandiri. Tanpa dukungan rilis resmi dari pemerintah daerah, wartawan dituntut untuk menggali informasi secara langsung di lapangan, mengolah data secara independen, dan menjaga akurasi melalui berbagai cara, termasuk memutar ulang rekaman wawancara.

Dalam situasi itu, kedekatan Mangindar Simbolon dengan insan pers menjadi faktor penting. Ia dikenal aktif membangun komunikasi, bahkan menegaskan kepada jajaran pemerintah bahwa wartawan adalah mitra dalam mempercepat pembangunan daerah.

Pendekatan tersebut berdampak pada meningkatnya peran media dalam mengangkat potensi pariwisata dan pembangunan Samosir ke tingkat yang lebih luas. Di tengah keterbatasan anggaran dan minimnya teknologi komunikasi saat itu, pemberitaan media menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkenalkan Samosir sebagai destinasi wisata yang memiliki daya tarik kuat.

Bagi kalangan jurnalis yang mengalami langsung masa tersebut, kepemimpinan Mangindar Simbolon dinilai berhasil membangun sinergi antara pemerintah dan pers sebagai kekuatan pendorong pembangunan.

Kemitraan itu menjadi bukti bahwa percepatan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kemampuan membangun kolaborasi yang efektif, termasuk dengan insan pers, demi mendorong kesejahteraan masyarakat. ( red )

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *