Example floating
Example floating




Berita

Maruli Siahaan Lakukan Kunjungan Sosial Melayat ke Tiga Rumah Duka

77
×

Maruli Siahaan Lakukan Kunjungan Sosial Melayat ke Tiga Rumah Duka

Sebarkan artikel ini
Dr. Maruli Siahaan menyampaikan belasungkawa dan memberikan penguatan kepada keluarga yang berduka dalam kunjungan sosial sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan. (Dok.foto : Tim Maruli Siahaan).

Medan, Sinar24jam.com_

Jumat (06/03/2026)

Kombes Pol (Purn) Dr. Maruli Siahaan, SH, MH, selaku Ketua Umum PPSD Siahaan Kota Medan, Penasehat Pangahut Tua Kota Medan sekaligus Anggota DPR RI Komisi XIII Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, melaksanakan kunjungan sosial dengan melayat ke tiga rumah duka pada Kamis (05/03/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan kepada keluarga besar pomparan Siahaan yang sedang mengalami kedukaan.

Kunjungan pertama dilakukan dengan menyampaikan turut berdukacita atas berpulangnya Donald Siahaan (Ama Maria), Pomp ni Raja Pangahut Tua, yang meninggal dunia pada usia 53 tahun. Almarhum merupakan suami dari Ibu Br. Pakpahan (Nai Maria) dan keluarga tersebut tercatat sebagai anggota PPSD Siahaan Sektor 03 Marindal.

Selanjutnya, Maruli Siahaan juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Siti Raimah Br. Siahaan (Op. Dionisius Boru), Pomp ni Raja Pangahut Tua, yang tutup usia pada umur 87 tahun. Almarhumah merupakan istri dari almarhum S.C. Sihombing (Op. Dionisius Doli) dan keluarga tersebut merupakan anggota PPSD Siahaan Sektor 43 Mandala.

Kunjungan berikutnya dilakukan dengan melayat ke rumah duka Sarmauli Br. Purba (Nai Boas) yang meninggal dunia pada usia 57 tahun. Almarhumah merupakan istri dari R. Simatupang (Ama Boas) dan keluarga tersebut merupakan anggota PPSD Siahaan Sektor 11 Mandala.

Dalam setiap kunjungan tersebut, Dr. Maruli Siahaan menyampaikan kata-kata penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah dan berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Ia juga mengajak keluarga untuk tetap berkeyakinan bahwa setiap peristiwa yang terjadi merupakan bagian dari rencana Tuhan yang indah bagi kehidupan umat-Nya.

Kunjungan ini merupakan wujud nyata komitmen PPSD Siahaan Kota Medan dalam menjaga nilai-nilai kekeluargaan, kebersamaan serta kepedulian sosial, khususnya ketika sesama pomparan Siahaan sedang mengalami kedukaan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menembus Pagi Danau Toba, Perjalanan Jurnalis dari Samosir ke Pematangsiantar Demi Menghadiri Adat Penghiburan Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan Pelabuhan Simanindo ketika perjalanan menuju Kota Pematangsiantar dimulai dari Kabupaten Samosir, Minggu pagi (17/5/2026). Udara sejuk khas tepian Danau Toba terasa begitu menenangkan. Hamparan air danau yang membiru memantulkan cahaya matahari pagi, menciptakan panorama alam yang memukau sepanjang perjalanan. Staf Redaksi Prestasi Reformasi bersama Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com berangkat dari Samosir menggunakan kapal kayu menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Perjalanan pagi itu terasa begitu teduh. Riak air danau bergerak perlahan diiringi hembusan angin pegunungan yang sejuk, sementara suasana di atas kapal masih dipenuhi ketenangan khas pagi hari. Setibanya di Dermaga Tigaras, suasana pelabuhan masih tampak lengang. Aktivitas penumpang maupun kendaraan belum begitu ramai. Beberapa kapal terlihat bersandar tenang di tepian dermaga, berpadu dengan panorama alam Danau Toba yang memanjakan mata. “Pagi di Tigaras selalu menghadirkan ketenangan tersendiri. Udara yang segar dan panorama danau memberi semangat baru sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar salah seorang rombongan. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua menuju Kota Pematangsiantar dengan tujuan menghadiri acara adat penghiburan keluarga Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com di kawasan Jalan Asahan. Meski menempuh perjalanan cukup panjang dari Samosir, rombongan akhirnya tiba tepat waktu untuk mengikuti prosesi adat terakhir pemberangkatan keluarga yang meninggal dunia. Dalam suasana adat yang penuh haru, turut dilaksanakan prosesi pemberian ulos tudung sebagai bentuk penghormatan dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran rombongan dari Samosir disambut hangat pihak keluarga yang sebelumnya telah berada di lokasi acara. Keluarga mengaku merasa senang dan bersyukur atas kehadiran para kerabat dan sahabat yang datang dari berbagai daerah untuk memberikan dukungan moril di tengah suasana duka. Perjalanan dari tepian Danau Toba menuju Kota Pematangsiantar pagi itu bukan sekadar perjalanan biasa. Di balik indahnya panorama alam yang dilalui, tersimpan nilai kebersamaan, penghormatan adat, dan kuatnya ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga di tengah masyarakat Batak hingga saat ini. ( red)
Berita

Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan…