Humbahas, Sinar24jam.com – Dusun Bungus, Desa Sion VII Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), yang selama ini terasa terasing oleh keterbatasan infrastruktur, akhirnya disapa langsung oleh pemimpin daerahnya. Dalam momen yang sarat haru dan makna, Bupati Humbahas Dr Oloan P Nababan SH MH bersama Ketua DPRD Parulian Simamora, dan rombongan melakukan kunjungan kerja (kunker) selama dua hari, Sabtu-Minggu 19–20 Juli 2025.
Yang membuat kunjungan ini begitu spesial, seluruh rombongan memilih untuk bermalam bersama warga di dusun terpencil tersebut. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-22 Kabupaten Humbahas, sekaligus aksi nyata pelayanan sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis yang begitu dibutuhkan masyarakat pelosok.
Dalam suasana yang akrab dan menyentuh, warga Dusun Bungus menyambut hangat para pemimpinnya. Malam harinya, diadakan ibadah bersama yang dipimpin Praeses HKBP Distrik III Humbang, Pdt Robinsarhot Lumban Gaol MM, dilanjutkan dengan ramah tamah. Tangis haru dan senyum penuh syukur mewarnai wajah warga yang selama ini merasa tersisih oleh pembangunan.
Ketua DPRD Humbahas, Parulian Simamora, tak mampu menyembunyikan rasa terkejutnya melihat kondisi dusun tersebut. “Saya jujur tak menyangka masih ada dusun yang akses jalannya begitu sulit. Ini membuka mata kita semua. Saya hadir di sini karena ajakan Pak Bupati, dan kini saya mengerti betapa pentingnya perhatian untuk Bungus,” tuturnya lirih namun penuh tekad.
Bupati Oloan P Nababan pun menyampaikan rasa harunya atas sambutan warga yang begitu hangat. “Perjalanan kami memang berat, tapi semua lelah itu sirna begitu melihat wajah-wajah warga Bungus. Kehadiran kami adalah bentuk kasih dan tanggung jawab. Permintaan masyarakat, terutama soal pembangunan jalan dan jembatan, akan menjadi perhatian serius kami,” ujarnya dengan mata yang tampak berkaca-kaca.
Sebagai bentuk penghormatan dan terima kasih, warga memberikan cenderamata berupa ulos kepada Bupati, Ketua DPRD, para anggota DPRD, serta tokoh agama dan pejabat lain. Dalam suasana penuh kekeluargaan itu, suasana semakin semarak saat artis Batak Dompak Sinaga menghibur warga. Malam itu terasa seperti pesta rakyat yang langka dan menyentuh.
Tak hanya sambutan adat dan hiburan, suara harapan anak-anak pun mengalir lewat puisi indah dari Maretti Wati Tumanggor, siswi SD/SMP Bungus, yang berjudul “Selamat Datang Bapak Bupati”. Puisi itu menggambarkan betapa kehadiran pemimpin di tengah dusun terpencil adalah cahaya baru setelah sekian lama dalam kegelapan.
Lebih dari satu dekade lalu, tepatnya tahun 2011, dusun ini pernah dikunjungi oleh Bupati-Wakil Bupati sebelumnya. Kini, 14 tahun kemudian, harapan kembali menyala di tengah bukit dan hutan yang jauh dari keramaian.
Dusun Bungus, yang selama ini berada dalam sunyi pembangunan, kini disapa dengan perhatian dan kasih nyata dari pemimpinnya. Kunjungan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan pengingat bahwa setiap jengkal wilayah Humbahas, sekecil apa pun, berhak atas perhatian dan pelayanan yang adil.
“Kami bukan hanya datang untuk melihat, tapi untuk mendengar dan bekerja. Doakan kami, agar janji kami tidak berhenti di kata-kata,” tutup Bupati Humbahas dengan suara yang menggetarkan hati para hadirin.















