Example floating
Example floating




Berita

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Salib Suci “Silang Hangoluan” di Samosir

78
×

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Salib Suci “Silang Hangoluan” di Samosir

Sebarkan artikel ini

Samosir, Sinar24jam.com –

Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, bersama Ketua Parsadaan Pomparan Limbong Mulana Indonesia (PPLMI), Bernhard Limbong, resmi meletakkan batu pertama pembangunan Salib Suci “Silang Hangoluan” di Titik Nol Habatahon, Huta Parik Sabungan, Desa Sarimarrihit, Kecamatan Sianjur Mulamula, pada Selasa (12/3).

Pembangunan Salib ini diinisiasi oleh PPLMI, sebuah organisasi keturunan marga Limbong Mulana, salah satu marga tertua di Kabupaten Samosir. Salib ini direncanakan memiliki tinggi 45 meter, dengan total bangunan setinggi 52 meter, menjadikannya salah satu Salib tertinggi di dunia.

Apresiasi Pemerintah Daerah

Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk mengapresiasi pembangunan Salib Suci “Silang Hangoluan” dan menilai proyek ini dapat menjadi ikon wisata religi di Samosir. Ia berharap kehadiran Salib ini tidak hanya menjadi simbol spiritual tetapi juga mendorong semangat kebersamaan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, kami berterima kasih kepada Ketua PPLMI Bernhard Limbong sebagai inisiator pembangunan ini. Salib ini diharapkan menjadi daya tarik wisata religi dan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat,” ujar Ariston.

Ariston juga menekankan bahwa pembangunan ini harus mendapat dukungan penuh dari masyarakat, karena akan membantu pengembangan pariwisata dan infrastruktur di sekitar lokasi.

Komitmen Bernhard Limbong

Ketua PPLMI, Bernhard Limbong, menyatakan bahwa pembangunan Salib ini merupakan bentuk kepeduliannya terhadap kampung halaman. Ia mengungkapkan bahwa proyek ini dibiayai sepenuhnya dengan dana pribadi sebesar Rp50 miliar, sebagai wujud pengabdian dan rasa syukur atas berkat yang ia terima.

“Saya telah banyak membangun di daerah lain, dan kini saatnya saya berbuat untuk Bona Pasogit (kampung halaman). Ini bukan sekadar rencana, tetapi sebuah komitmen nyata sebelum saya dipanggil Tuhan,” kata Bernhard.

Selain Salib Suci, akan dibangun pula rumah doa di sekitar lokasi untuk melengkapi fasilitas bagi para pengunjung dan peziarah.

Dukungan DPRD dan Lembaga Adat

Ketua DPRD Samosir, Nasip Simbolon, turut mengapresiasi pembangunan ini dan menilai bahwa Salib Hangoluan akan menjadi ikon wisata religi yang menarik banyak wisatawan. Ia juga mengapresiasi langkah PPLMI yang telah membangun akses jalan menuju lokasi proyek.

Sementara itu, Ketua Lembaga Adat dan Budaya (LAB), Pantas Marroha Sinaga, mengungkapkan rasa bangga dan berharap pembangunan ini dapat melestarikan budaya serta memperkuat nilai-nilai adat di Samosir.

Peletakan batu pertama ini diawali dengan ritual adat yang dipimpin oleh para tetua adat Kecamatan Sianjur Mulamula. Acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon, anggota DPRD Pantas Limbong, Asisten I Tunggul Sinaga, serta beberapa kepala dinas dan camat setempat.

Pemerintah Kabupaten Samosir diharapkan dapat bersinergi dalam pengelolaan dan pengembangan kawasan ini, agar proyek pembangunan Salib Suci “Silang Hangoluan” berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *